Connect with us
Dibaca: 331

Hukum & Kriminal

Eks Staf Syafri Adnan: Dia Rayu Saya dengan Biayai Kuliah

Diduga korban pelecehan seksual oleh Dewan Pengawas BPJS TK (kiri) di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat (2/1). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

SWARARAKYAT.COM – Mantan staf Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (TK) mengaku sempat dibiayai kuliah oleh pemerkosa sekaligus atasannya, Syafri Adnan Baharuddin. Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk rayuan pelaku agar dirinya setuju untuk melakukan hubungan seksual.

“Dia tahu kalau saya hobinya pendidikan dan memang suka dengan pendidikan. Jadi itu salah satu cara untuk merayu saya,” kata korban usai melapor di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

“Jadi karena saya sudah memaafkan di tahun 2016, tahun 2017, dia memaksa saya untuk kuliah,” sambungnya lagi.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin. (Foto: Dok. BPJS Ketenagakerjaan)

Korban bercerita bahwa Syafri yang meminta izin kepada orang tuanya untuk membiayai dirinya kuliah. Dalam pertemuan itu, akhrinya disepakati Syafri membiayai kuliah korban. 

Baca Juga:   Pejabat BPJS Ketenagakerjaan Perkosa Bawahannya Saat Pergi ke Makassar dan Bandung

“Dia juga sudah meminta restu orang tua saya buat biayain kuliah saya walaupun hanya separuhnya. Dia minta langsung ke ayah saya buat setengahnya bayar uang separuhnya,” tutur korban.

Korban mengatakan meskipun telah diberi uang untuk kuliah, hal itu tidak membuat dirinya merasa berutang budi sehingga mau berbuat mesum, apalagi menikah dengan pelaku.

“Saya tidak pernah mau menikah dengan dia. Saya sudah tegaskan bahwa saya punya pacar,” kata korban. 

Baca Juga:   Foto Dua Jari Panglima TNI-Kapolri Viral, Hadi: Itu Kode Solidaritas

Korban mengaku telah melakukan hubungan seksual secara terpaksa setidaknya 4 kali dengan Syafri. Korban yang merasa muak karena terus dipaksa hingga diancam secara fisik, memutuskan untuk melaporkan ke pihak kepolisian.

Di sisi lain, Syafri membantah semua tuduhan pelecehan seksual yang mengacu kepadanya. Syafri juga telah mundur dari jabatannya sebagai anggota Dewan Pengawas BPJS TK.

“Dengan ini saya mundur dari dewan pengawas. Surat sedang diajukan untuk sampai kepada Presiden, Kemenkeu, Kemnaker, Kepala BPJS, sedang diusahakan sampai,” ucap Syafri saat jumpa pers di Hotel Hermitage, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/12).

“Tuduhan yang diberikan pada saya tidak benar, dan fitnah keji. Dua, saya sekarang menempuh hukum,” sambung dia. (ren/kmp)

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!