Connect with us
Dibaca: 357

Nusantara

Eksekusi Ratusan Hektar Lahan Perkebunan, Warga: Ini Indonesiaku, Kalian Malah Bela Orang China

Perlawanan warga saat aparat eksekusi lahan perkebunan di Sungai Gelam, Jambi

SWARARAKYAT.COM – Sudah setahun berlalu saat ratusan petani dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) melakukan aksi demo di kantor Pengadilan Negeri kelas II Sengeti, Jambi, Jumat (13/10/2017).

Aksi demo PSI meminta pihak PN Sengeti dapat melakukan penundaan sementara proses hukum eksekusi terhadap 620 hektar lahan perkebunan milik warga Desa Betaling, Kecamata Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, yang di menangkan oleh pihak PT Borneo Karya Cipta (BKC).

Hak Guna Usaha (HGO) PT BCK dinilai terlantar atau cacat hukum. Untuk itu, masyarakat merasa diperlakukan tidak adil atas penggunaan HGU cacat hukum itu.

Baca Juga:   Peserta Reuni 212 Ciamis dan FPI Solo Mulai Bergerak, Jalan Kaki Menuju Monas, Ini Penyebabnya!

Para petani merasa lahan mereka diserobot paksa oleh PT BKC dengan dasar HGU terlantar dan cacat hukum.

“HGU terlantar Itu bisa dibuktikan denga adanya Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) yang ditandatangani oleh Gubernur Jambi tahun 2010 lalu,” terang Ketua SPI Provinsi Jambi, Sarwadi dikutip dari haluannews.

Sarwadi menuding semua ini merupakan kesalahan pihak Kementeian Agraria. Dalam hal ini, Badan Pertanahan BPN Muarojambi, karena dengan sengaja tidak melanjutkan perkarah HGU terlantar yang digunakan PT BKC, keproses lebih lanjut.

Baca Juga:   Gak Nyangka! Begini Komentar Ridwan Kamil Soal Pesta Warga Atas OTT Bupati Cianjur

Sehingga tidak ada surat keterangan yang diterbitkan yang menyebut tanah tersebut secarah hukum, sudah menjadi milik negara.

“Seharusnya bila sudah dinyatakan lahan terlantar, secara hukum, tidak boleh lagi ada satupun kegiatan diatas lahan tersebut,” jelasnya.

Meski segala upaya sudah dilakukan oleh SPI untuk menyelamatkan lahan warga yang diserobot PT BKC, namun upaya itu tak membuahkan hasil.

Baca Juga:   Puluhan Imigran China Tiba di Bandara, Tak Bisa Bahasa Inggris dan Indonesia

Hari ini, Jumat (21/12/201i), lahan perkebunan seluas 620 hektar itu di eksekusi pihak pengadilan. Dengan dikawal aparat kepolisian.

Selama eksekusi, para petani dan warga disekitar lokasi berupaya melakukan perlawanan. Bahkan salah seorang warga dengan berani berkata kepada aparat.

“Ini negaraku, ini Indonesiaku. Kenapa kalian bela orang China?,” tegas warga. (Ren)

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!