Connect with us
Dibaca: 1.451

Politik

Fahri Hamzah Bongkar Motif Lima Pendiri PAN Desak Amien Rais Mundur

Amien Rais hadir di Polda Metro Jaya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka berita bohong Ratna Sarumpaet. - tribunnews/jeprima

SWARARAKYAT.COM – Lima pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais untuk mundur dari jabatannya. Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka tertanggal 26 Desember 2018.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, desakan mundur itu muncul karena lima pendiri itu kecewa tidak bisa menguasai PAN.

“Saya ingat betul peristiwa berdirinya PAN, sebab saya hampir saja menjadi pendiri, tetapi karena perencanaan lain, saya tidak berada di PAN, tetapi kelompok-kelompok ini sudah lebih dari 20 tahun kecewa karena mereka tidak bisa menguasai PAN,” kata Fahri pada wartawan, Rabu (26/12).

Baca Juga: Desakan Mundur Amien Rais, DPW PAN DIJ: Manuver Politik Pendukung Petahana

Menurut Fahri, selama ini justru Amien yang selalu menjadi sosok kuat di PAN. Karena itu para pendiri partai lain merasa kecewa.

“Dan Pak Amien selalu menjadi bapak yang kuat di dalam dengan prinsip-prinsipnya yang memang merupakan akar dari reformasi,” ungkapnya.

“Kelompok ini saya kira lama-lama akan makin hilang karena orang sekarang makin sadar bahwa berpolitik itu artinya anda bergerak di bawah mencari mandat rakyat, berkeringat dan kemudian baru bisa menjadi pemimpin, tidak bisa hanya sekadar lobi-lobi,” ucapnya.

Baca Juga:   KPU Pastikan Isu 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Hoax

Diketahui, Sejumlah pendiri PAN yang disebut Goenawan Mohamad cs meminta Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Raismundur dari politik. Menurut mereka, Amien Rais telah menyimpang dari prinsip PAN.

“Kami mendapatkan kesan kuat bahwa Amien Rais sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip PAN,” kata Goenawan cs lewat pernyataan tertulis, Rabu (26/12). (dede/mdk)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!