Connect with us
Dibaca: 281

Pemilu 2019

Fakta Kepala Desa Ditangkap yang Disebut Prabowo di Debat, Tapi Jokowi Anggap Fitnah

Debat Capres & Cawapres 2019

Debat Tahap 1 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/01/2019). Foto: KompasTv

SWARARAKYAT.COM – Dalam Debat Pilpres 2019 pada Kamis (17/1/2019), Prabowo Subianto sempat membahas soal kepala desa yang ditangkap karena mendukung dirinya dan Sandiaga Uno.

“Ada kepala desa yang mendukung kami sekarang ditangkap,” ujar Prabowo dalam Debat Pilpres 2019.

Namun pernyataan Prabowo dibantah Presiden Jokowi. Ia menilai ucapan Prabowo merupakan tuduhan. Jika memang ada, tinggal laporkan.

Baca Juga:   Prof. Romli Atmasasmita Tuding HTI Lakukan Gerakan Terselubung di Garut, Netizen: Professor Error

“Ya, jangan menuduh begitu. Ini negara hukum. Jika memang ada seperti itu, tinggal dilaporkan. Saya akan tindak,” jawab Jokowi.

Soal kepala desa yang disebut Prabowo tersebut memang benar terjadi pada Suhartono.

Suhartono merupakan Kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Suhartono ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana pemilu.

Ia diduga terlibat dalam kampanye Sandiaga Uno saat berkunjung ke Wisata Pemandian Air Panas Padusan, Pacet pada 21 Oktober 2018.

Saat itu Suhartono mengumpulkan massa untuk menyambut rombongan Sandiaga.

Kepala Desa Sampangagung tersebut mengumpulkan 200 orang yang sebagian besar merupakan ibu-ibu.

Massa tersebut diajak Suhartono untuk berswafoto bersama Sandiaga Uno dan menunjukkan gestur dukungan untuk pasangan calon nomor urut 02 ini.

Diketahui Suhartono menghabiskan uang sebanyak Rp 20 juta sebagai uang lelah untuk massa yang hadir.

Baca Juga:   KPU Umumkan Nama 49 Caleg Mantan Terpidana Korupsi, Partai Golkar Terbanyak

Saat berstatus terdakwa, Suhartono sempat mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri Mojokerto untuk menghadiri sidang perdana.

Suhartono akhirnya divonis dua bulan penajra dan denda Rp 6 juta subsider satu bulan pada 19 Desember 2018.

Vonis tersebut dijatuhkan Hakim Ketua Hendra Hutabarat di Kejaksaan Negeri Mojokerto.

Ia terbukti melanggar pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI nomor 27 tahun 2017 tentang Pemilu.

Pada awal Januari 2019 lalu, Sandiaga Uno sempat menjenguk Suhartono di Lapas Kelas II B Mojokerto.

Baca Juga:   Debat Capres-Cawapres Tahap Pertama Dimulai

Suhartono, yang akrab disapa Nono mengeluh mengalami kesulitan tidur dan makan selama di lapas pada Sandi.

Meski begitu, Suhartono tetap memberikan semangat pada Cawapres nomor urut 02 ini.

“Justru pak Lurah balik memberikan semangat kepada saya katanya ‘ayo pak Sandi jangan kendor’,” kata Sandi pada Rabu (2/1/2019).

Sebelum Suhartono dijatuhi vonis, Sandiaga Uno sempat menyampaikan rasa prihatinnya pada Kepala Desa Sampangagung ini.

Baca Juga:   BPJS Kesehatan: Presiden Perhatian Pada BPJS, Termasuk Setujui Keputusan Suntik Dana Rp4,9 T

Kepada Tribunnews Sandi menyebutkan ia telah memperingatkan Suhartono untuk selalu berhati-hati.

“Saya sempat ingatkan beliau untuk hati-hati karena kami penantang, lalu beliau menjawab tidak apa-apa karena gubernur juga menjadi tim dari tokoh sebelah, saya tetap minta jangan karena beliau sangat antusias menyambut saya hadir,” ucap Sandiaga ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018).

Meski begitu, ia meminta aparat penegak hukum untuk mengadili seadil-adilnya.

Baca Juga:   Pengakuan Nusron Wahid Soal Kyai Sidogiri Dukung Jokowi, Ternyata Bohong?

“Jangan tajam ke bawah tumpul ke atas,” tambahnya.

Sandiaga Uno pun mengatakan pihaknya akan mengupayakan bantuan hukum untuk Suhartono. (Ren)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Pemilu 2019

error: Dilarang copy paste tanpa izin!