Connect with us
Dibaca: 732

Pemilu 2019

Fakta Mengejutkan Pasca Debat Pertama, Terungkap Dana Kampanye Jokowi di Pilkada DKI Jakarta 2012

Debat Capres & Cawapres 2019

Debat Capres dan Cawapres Pertama, di Hotel Bidakara, Jakarta (17/01/2019) Foto: Live KompasTv

SWARARAKYAT.COM – Dalam acara debat capres dan cawapres di hotel Bidakara, Jakarta (17/01/2019) malam dengan tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme calon presiden nomor urut 01 menyampaikan bahwa ketika ia mencalonkan diri tahun 2012 sebagai gubernur DKI Jakarta tidak memakai biaya sama sekali.

Publik pun bertanya-tanya apakah informasi yang disebut capres 01 tersebut yang sebenarnya.

Penelusuran jejak digital oleh SwaraRakyat.com menjumpai fakta mengejutkan.

Baca Juga:   Pakar Komunikasi: Gagasan Sandiaga Terasa Lebih Milenial Dibanding Kyai Ma'ruf

Dana kampanye Jokowi di Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 silam ternyata ada.

Dilansir SwaraRakyat.com dari sindonews.com 3 Juni 2014, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Hasyim Djojohadikusumo pernah menyebutkan bahwa dana kampanye Jokowi kala itu sebanyak 90% berasal dari dirinya.

“Yang biayai kendaraan kampanye Jokowi itu saya 90%. Saya hitung Rp52,5 miliar keluar dari kocek saya,” ujar Hashim S Djojohadikusumo yang juga selaku Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Baca Juga:   TKN Jokowi 'Mengakui' Keunggulan Prabowo-Sandi di Survei New Indonesia

Saat Pilkada DKI Jakarta, dia mengungkapkan bahwa Jokowi sering menemuinya. Sekira satu atau dua kali dalam seminggu selama dua atau tiga bulan.

Dirinya menambahkan, Jokowi saat itu mengatakan hanya dirinyalah yang dapat membantu dalam hal pendanaan kampanye. “Jadi, saya sudah dibohongi Jokowi selama 1,5 tahun,” kata Hashim.

Hal yang diungkapkan Hashim itu bukan tanpa sebab. Dirinya berani buka-bukaan demikian, lantaran Luhut Pandjaitan selaku juru bicara pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang juga hadir di acara diskusi itu, dianggapnya sudah menyerang karakter Prabowo.

Baca Juga:   Sampai Hari Ini, BPJS Kesehatan Masih Defisit

Sebelumnya, Luhut mengatakan, bahwa Indonesia meski dipimpin oleh Presiden yang tidak tempramental. Luhut tak menyebut secara gamblang bahwa yang tempramental itu adalah Prabowo. Kendati demikian, Hashim tetap menilai Luhut telah menyerang karakter kakak kandungnya.

Dalam kesempatan itu, Hashim juga mengungkapkan bahwa yang membawa Jokowi ke kontestasi Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 bukanlah Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri, melainkan Prabowo Subianto.

Dirinya menjelaskan, Prabowo yang meyakinkan Megawati untuk mendukung Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, kala itu.(Ren/Sindo)

More in Pemilu 2019

error: Dilarang copy paste tanpa izin!