Connect with us
Dibaca: 647

Hukum & Kriminal

Foto Dua Jari Panglima TNI-Kapolri Viral, Hadi: Itu Kode Solidaritas

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. (Foto: Puspen TNI)

SWARARAKYAT.COM – Foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang berpose ala dua jari viral. Foto yang beredar itu memperlihatkan Hadi dan Tito mengacungkan ibu jari dan jari telunjuk, seperti simbol salah satu calon presiden (capres). Tak pelak, keduanya pun diisukan mendukung capres nomo urut 02.

Hadi mengatakan, tidak benar dirinya mendukung salah satu calon pada Pilpres 2019 mendatang. Dia mengaku, apa yang ditunjukkannya bersama dengan Tito merupakan simbol atau kode yang digunakan Akabri Angkatan 87 tersebut.

“Kode itu menandakan sinergitas dan solidaritas angkatan untuk mempersatukan, dan sudah digunakan sejak saya dan pak Tito masih berpangkat Letnan Dua,” katanya.

Baca Juga:   Raider Kostrad Ikut Buru Anggota OPM di Nduga, Begini Kemampuan Pasukan Khusus Ini!

Hal itu disampaikan Hadi saat mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di Desa Way Muli dan Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, serta menemui para pasien di RSUD dr. H. Bob Bazar dan sejumlah pengungsi di Tenis Indoor Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (2/1/2019).

Dia mengatakan, foto ala dua jari dirinya dan Tito Karnavian tidak ada kaitannya dengan dukung mendukung salah satu pasangan Capres yang mengikuti Pilpres 2019. “Penetapan pasangan capres/cawapres berlangsung pada September 2018, sedangkan foto tersebut diambil sebelum itu,” ujarnya.

Hadi menjelaskan, foto tersebut merupakan simbol atau kode yang digunakan Akabri Angkatan 87, Angkatan 92 dan Alumni Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XX Lemhannas tahun 2015.

Baca Juga:   Andi Arief: Giliran Rocky Gerung Dipanggil Polisi, Netizen: Dahnil Gagal, Selanjutnya Bung Rocky

“Simbol yang digunakan oleh lefting 87, angkatan 92 serta Lemhannas XX itu adalah simbol untuk kebersamaan dan tidak ada maksud lain, karena foto tersebut diambil sebelum pasangan calon mengambil nomor urut,” katanya.

Dia kembali menegaskan komitmen dan netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. Dia menambahkan, netralitas adalah segala-galanya.

“Saya katakan bahwa komando TNI dan Polri adalah satu, yaitu dari Panglima TNI dan Kapolri. Kita akan mensukseskan Pemilu 2019 serta memberikan jaminan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa pesta demokrasi tersebut akan berjalan aman, sukses dan lancar,” ujar Hadi menegaskan.

Baca Juga:   Gagah di Medsos Hina TNI, Netizen: Keciduk Kaya Ayam Kehujanan

Instruksikan Jajaran

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan foto-foto yang viral dengan kode dua jari membentuk pistol itu, diambil jauh sebelum penetapan pasangan calon presiden.

“Ya saya juga sudah mengklarifikasi kepada teman-teman 87 itu, foto-foto yang diunggah itu, yang kebetulan kodenya jarinya itu mirip dengan salah satu pasangan calon, itu fotonya diambil jauh sebelum penetapan pasangan calon tadi,” katanya di Lampung mendampingi Jokowi.

Dia menjelaskan angkatan 87, angkatannya saat pendidikan di kepolisian memiliki kode jari sudah lama sebelumnya atau lebih dari 20 tahun. “Kode jari itu sudah lama sekali, sudah lebih dari 20 tahun, kalau kita bertemu, kemudian dengan satu Polri kemudian teman-teman TNI, kita sodorkan kode jari itu berarti adalah satu angkatan kita. Itu kode saja,” ujarnya.

Baca Juga:   Terlibat Cekcok dengan Anggota TNI, Petugas Parkir Ini Digiring ke Kodim dan Lakukan Ini

Baik Panglima TNI maupun Kapolri kemudian sepakat untuk menginstruksikan jajarannya agar sementara waktu tidak menggunakan kode jari tersebut khawatir disalahtafsirkan.

“Kami dengan Pak Panglima sudah sepakat karena nanti akan disalahtafsirkan, kita sudah mengimbau kepada teman-teman angkatan 87, kemudian Lemhanas angkatan 20, angkatan 92, selama kontestasi ini jangan menggunakan simbol itu dulu, nanti saja kalau sudah selesai kontestasi,” kata Tito.

Dia mengatakan telah mengimbau kepada jajarannya untuk tetap kompak. Panglima TNI Hadi Tjahjanto bahkan memastikan tidak akan ada jajarannya yang bandel. “Oh enggak mungkin, karena sudah ada perintah melalui radiogram,” ujar Hadi menegaskan. (Ren/iNews)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!