Connect with us
Dibaca: 104

Politik

Gubernur Gorontalo Ditunjuk Jadi Jubir Jokowi-Ma’ruf di Indonesia Timur

Presiden Joko Widodo dan Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo usai pertemuan dengan sejumlah pemmpin daerah di Makassar - Foto: Kompas

SWARARAKYAT.COM – Joko Widodo menunjuk Rusli Habibie yang saat ini menjabat Gubernur Gorontalo sebagai juru bicara (jubir) pemenangan pasangan Jokowi Widodo – Ma’ruf Amin (Jokowi-Maruf) di kawasan timur Indonesia.

Penunjukkan itu dilakukan saat Jokowi bersama tim meresmikan posko pemenangan di kantor milik Amran Sulaiman, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/12/2018).

“Alhamdulillah, saya ditunjuk oleh pak Jokowi untuk menjadi jubir. Ini menjadi kehormatan bagi saya dan akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Rusli Habibie, usai pertemuan dengan Joko Widodo.

Baca Juga:   Bawaslu Putuskan Iklan Videotron Jokowi-Ma'ruf Langgar Kampanye

Menurut Rusli Habibie, pasangan Jokowi-Ma’ruf sangat diterima di Indonesia Timur sebab kerja-kerja kerakyatan sudah terbukti.

Selain program pendidikan dan kesehatan gratis, Jokowi sukses membangun infrastruktur daerah seperti jalan dan jembatan, waduk, irigasi dan memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Indonesia Timur.

“Ada juga pelabuhan laut dan udara yang sudah sangat dirasakan masyarakat. Sehingga kami para kepala daerah meminta beliau untuk bisa memimpin lagi untuk periode kedua. Karena kalau tidak, maka program ini akan terhenti,” imbuhnya.

Untuk mengobati kesedihan masyarakat akibat penundaan kunjungan kerja Jokowi ke Gorontalo, Rusli Habibie mengajukan penjadwalan ulang. Permintaan itu direspon Jokowi yang berjanji akan datang ke Gorontalo pada bulan Januari 2019 nanti.

Baca Juga:   Jokowi Usul Bencana Masuk Kurikulum, Begini Tanggapan Andi Arief

Selain dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, pertemuan itu juga dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Gubernur Kalimantan Selatan, Maluku, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Hadir pula sejumlah bupati dan wali kota se-Indonesia Timur. (Ren/Kompas)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!