Connect with us
Dibaca: 202

Bisnis

Hendrik Tio: Unicorn bukan Target tapi Perjalanan, Begini Strategi Bhinneka Meraihnya

Founder dan CEO Bhinneka, Hendrik Tio - Ist

SWARARAKYAT.COM – Founder dan CEO Bhinneka.com Hendrik Tio mengatakan menjadi Unicorn bukan target akhir dari suatu perusahaan termasuk E-commerce. Pengembangan bisnis merupakan hal yang paling penting.

Hendrik mengatakan saat ini Bhinneka terus ingin bertumbuh juga dari sisi pasar. Dia mencontohkan, perusahaan yang sudah berdiri 26 tahun itu, telah banyak melakukan kerja sama atau transaksi secara business to costumer, business to business, dan business to government.

Baca Juga:   Bank Dunia Kritik Pedas Pembangunan Infrastruktur Jokowi
Baca Juga:   Prabowo Kritik Dampak Unicorn, Menperin Airlangga Tafsirkan Unicorn Sebagai Modal Masuk ke Indonesia

“Kami juga pengen semuanya ada, mulai kategori IT dan lainnya. Jadi itu langkah kami untuk terus meningkatkan volume kita. Kalau volumenya naik, nanti otomatis valuasinya juga naik,” kata Hendrik saat ditemui di Metropole Cikini, Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019.

Hendrik mengatakan menjadi unicorn bukan target akhir dari suatu perusahaan termasuk e-commerce. Pengembangan bisnis merupakan hal yang paling penting.

Menurut dia, status unicorn akan tiba saatnya untuk Bhinneka dan perusahaan lain. Karena, kata dia, ada perusahaan yang dua tahun sudah jadi unicorn, ada yang 10 sampai 20 tahun.

Baca Juga:   Terkait Lahan di Aceh dan Kaltim, Pengamat: Prabowo Berani Ambil Resiko dan Berjasa ke Negara, Jokowi Bak Menepuk Air di Dulang

“Mustinya itu menjadi journey. Setelah unicorn juga tidak berhenti, masih ada decacorn, hexacorn, atau apa itu, yang penting tujuan kita bagaimana kita membuat perusahaan bertumbuh, berkelanjutan terus menerus ke depan. Nah itu yang penting. Itu yang dilakukan Bhinneka,” kata dia.

Dia mengatakan Bhinneka juga sudah berkolaborasi dengan beberapa perusahaan termasuk dengan unicorn. Dia mengatakan join dengan perusahaan lain, perlu melihat bagi nilai atau value masing-masing. Kedua perusahaan, kata dia harus saling mengintip apa value yang bisa dimanfaatkan untuk saling mengisi.

Baca Juga:   Pendukung Jokowi, Tung Desem Waringin Bongkar Kepentingan Bisnis Properti Taipan Dibalik Pembangunan Infrastruktur

“Sudah kemarin sama Lazada dan pasti akan kerja sama dengan misal Bukalapak, dan lainnya untuk membangun ekosistem,” kata Hendrik.

Unicorn adalah istilah bagi bisnis rintisan dengan valuasi menembus 1 miliar Dollar AS. Saat ini Indonesia sudah memiliki empat Unicorn yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Baca Juga:   Kongkalikong Mac Moran dengan Inalum yang Dibackup Rezim Jokowi
Baca Juga:   Pertamina Pulihkan Operasi Layanan SPBU di Palu dan Sekitarnya

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pemerintah menargetkan tahun ini sedikitnya akan bertambah satu lagi Unicorn. “Sekarang ada 4 Unicorn. Tapi target tahun ini ada 5 Unicorn,” kata dia di Bandung, Jumat (22/02/2019).

Hendrik juga yakin, Bhinneka akan terus berkembang dengan melakukan berbagai inovasi. Bhinneka, kata dia akan terus memperbesar revenue, juga meningkatkan teknologi. “Karena bagaimana pun kami di tech industri, kalau tech-nya ketinggalan juga tidak bisa. Jadi itu salah satu yang kami kembangkan,” ujar Hendrik seperti dikutip dari Tempo. (sta)

More in Bisnis

error: Dilarang copy paste tanpa izin!