Bisnis  

IHSG Ditutup Menguat 0,44% ke level 7.219,66

SWARARAKYAT.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada perdagangan Rabu (20/12/2023) menguat 0,44% ke level 7.219,66. Saham berkapitalisasi pasar besar milik konglomerat seperti BBCA, TPIA, dan AMMN ditutup naik pada perdagangan hari ini.

Kapitalisasi pasar IHSG naik ke Rp11.654 triliun. Terdapat 260 saham menguat, 254 saham berakhir di zona merah, dan 251 saham stagnan.

Berdasarkan data RTI pukul 16.00 WIB, IHSG menguat 31,8 poin dan sempat mencapai level tertinggi 7.237 sepanjang sesi perdagangan. Adapun level terendah IHSG hari ini berada di level 7.196.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi salah satu saham yang paling aktif ditransaksikan hari ini. Saham BBCA menguat hingga 0,54% ke level Rp9.300 per saham.

Saham berkapitalisasi pasar besar lain yang aktif ditransaksikan hari ini antara lain AMMN, TPIA, hingg BREN yang masing-masing naik 0,39%, 6,07%, dan 1,71%.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat pada Rentang Rp15.490 -15.540

Sementara itu, saham MDKA menjadi salah satu saham top gainers dengan peningkatan 12,23% menjadi Rp2.570 per saham.

Adapun saham-saham seperti BMRI, BRPT, dan TLKM melemah hari ini dengan pelemahan masing-masing 0,84%, 3,5%, dan 0,25%.

Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG berpeluang menguji resistance 7.200 hingga target terdekat berikutnya di kisaran 7.230-7.250 di Rabu (20/12/2023).

Secara teknikal, lanjutnya, Stochastic RSI masih cukup konsisten bergerak naik menjauhi oversold area dan volume transaksi masih relatif tinggi di pekan penuh terakhir tahun 2023 ini.

Dari eksternal, Inggris akan merilis data inflasi yang diperkirakan akan melambat ke 5,6% yoy di November 2023 dari 5,7% yoy di Oktober 2023.

Data lainnya yang akan rilis adalah consumer confidence per November 2023 di Jerman dan Euro Area. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menggelar rapat dewan gubernur (RDG) selama dua hari 20-21 Desember 2023 untuk memutuskan kebijakan moneter dalam negeri.

BI diperkirakan mengikuti keputusan sejumlah bank sentral lainnya dengan menahan suku bunga acuan di level saat ini 6%. (SR/Arum)