Connect with us
Dibaca: 85

Asia

Indonesia Desak Australia Tanggung Jawab Atasi Tumpahan Minyak di Laut Timor

Kebocoran minyak ladang minyak lepas pantai Montara di Laut Timor. Foto: Kompas

SWARARAKYAT.COM – Pemerintah Indonesia mendesak Pemerintah Australia turut bertanggung jawab menyelesaikan masalah tumpahan minyak Montara di Laut Timor yang dampaknya sampai ke perairan Indonesia.

Apalagi dalam mengatasi kecelakaan di ladang minyak PTTEP itu Australia menggunakan senyawa penggumpal minyak yang beracun sehingga menyebabkan kematian sejumlah besar ikan besar dan kecil.

Selama ini, Pemerintah Australia dinilai tak menaruh perhatian serius terhadap masalah itu. Padahal, menurut Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS 1982) yang telah diratifikasi Indonesia dan Australia, tiap negara bertanggung jawab melindungi laut dari pencemaran di perairannya dan perairan terdekat.

Baca Juga:   Terinspirasi 212, Lautan Massa Hadiri Aksi 812 di Malaysia

Baca Juga:   Kubu Jokowi Ingin Gandeng Yusril, Demi Rebut Suara Eks HTI

”Pemerintah Federal Australia harus bertanggung jawab dalam penyelesaian Petaka Pencemaran Laut Timor tahun 2009. Petaka memasuki tahun ke-10 tanpa penyelesaian yang jelas,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kamis (11/4/2019), di Jakarta.

Purbaya yang juga Ketua Task Force (Satuan Tugas) Montara -dibentuk pada Agustus 2018- bersama pakar hukum laut internasional Hasjim Djalal, Ferdi Tanoni (perwakilan masyarakat), serta sejumlah anggota tim Task Force pada 20-27 April 2019 akan menuju Canberra, Australia. Mereka ingin mengecek keseriusan Pemerintah Federal Australia dalam mendukung penyelesaian kasus tumpahan minyak Montara yang mencapai 90.000 kilometer persegi tersebut.

Baca Juga:   Batalkan Proyek Rp281,7 Triliun, Mahathir: Malaysia Bisa Miskin Kalau Diteruskan

Apalagi dalam penanganan minyak tersebut Pemerintah Australia dengan inisiatifnya melalui Australian Maritime Safety Authority (AMSA)  menyemprotkan sejumlah besar bubuk kimia beracun jenis Coerexit 9772A dan lainnya.

Langkah itu dapat menenggelamkan tumpahan minyak ke dasar Laut Timor, tetapi menyebabkan sejumlah besar ikan dan terumbu karang mati.

Baca Juga:   Prabowo Minta Maaf, Agus Maksum Boyolali: Ini Pemimpin Sejati, Saya Tunggu Bupati Juga Minta Maaf ke Prabowo

Selain itu, dari sisi kewenangan, Pemerintah Australia merupakan regulator ladang minyak. Dengan pengoperasian ditangani pihak swasta PT Petroleum Authority of Thailand Exploration and Production (PTTEP) Australasia (Ashmore and Cartier) Pte Ltd.

Menurut Purbaya dilansir dari Kompas, Pemerintah Indonesia aktif berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Australia di Indonesia dan meminta Australia juga membentuk satuan tugas. Tujuannya agar setiap satgas bisa saling berkoordinasi.

Baca Juga:   Heboh! Jokowi Mau Datang, Dahnil Tak Boleh Masuk Arena Muktamar, Adamsyah: Makin Lucu Negeri Ini

Purbaya pun mengatakan, penyelesaian kasus ini akan amat mudah diselesaikan jika Pemerintah Australia mempunyai itikad baik untuk bersama Pemerintah Republik Indonesia mencari penyelesaiannya.

Untuk memaksa keseriusan Australia itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI pun meminta Sekretaris Kabinet menyampaikan kepada menteri/kepala lembaga yang bekerja sama dengan Australia agar turut mendorong Pemerintah Australia mengutamakan penyelesaian kasus Montara.

”Jadi tidak ada kerja sama tanpa mengindahkan penyelesaian kasus ini. Bagaimana mau kerja sama kalau kasus yang ada tidak dibereskan,” katanya. (wan)

Baca Juga:   Rakyat dan TNI-POLRI Menagih Janji Jokowi

More in Asia

error: Dilarang copy paste tanpa izin!