Connect with us
Dibaca: 81

Nusantara

Indonesia Masih Berduka Akibat Tsunami, Perayaan Pergantian Tahun Baru Di Jawa Tengah Direncanakan Tanpa Kembang Api

Perayaan Pergantian Tahun Baru (Foto Ilustrasi)

SWARARAKYAT.COM – Bencana tsunami di Selat Sunda yang menewaskan ratusan orang tak hanya menjadi duka di Banten dan Lampung, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia. Mengingat hal itu, maka malam pergantian tahun 2018 ke 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah direncanakan tanpa germerlap pesta kembang api.

“Tidak ada pesta kembang api dan pesta-pesta lainnya yang terlalu meriah karena memang kita melihat ada saudara kita di Banten, Lampung sana yang masih berduka. Karena cukup banyak korban meninggal akibat tsunami,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Semarang.

Baca Juga:   Ingat Syekh Puji, Menikah dengan Lutfiana Ulfa Remaja 12 Tahun? Simak Kisahnya

Menurut Hendi, pada malam pergantian tahun baru nanti terdapat beberapa lokasi keramaian. Selain memastikan tak ada pesta hura-hura, acara tersebut juga sebagai bentuk ekspresi warga yang berharap bisa melakukan hal terbaik pada tahun depan.

“Malam tahun baru di Semarang kita ada beberapa even yang dilakukan oleh Pemerintah Kota dengan pihak swasta. Seperti kalau pihak swasta yang di perhotelan, mereka membuat even-even di lokasi masing-masing. Kemudian juga di PRPP. Sementara Kami dari Pemerintah Kota Semarang memusatkan pesta rakyat itu di Banjir Kanal Barat (BKB) sekaligus launching yang namanya Bridge Fountain (air mancur menari). Kita ada dua panggung rakyat yaitu di Jalan Madukoro dan di Pusponjolo, sehingga nanti konsentrasi masyarakat bisa dari dua sisi,” jelasnya.

Baca Juga:   Kapitra Ampera: Daripada Prabowo, Jokowi Lebih Pantas Diundang di Acara Reuni 212

Bridge Fountain itu diharapkan bisa menjadi daya tarik baru untuk kunjungan wisata di Kota Semarang. Untuk menikmati atraksi Bridge Fountain dengan nyaman dan leluasa, masyarakat bisa menonton dari kawasan Basudewo atau Pusponjolo di bagian selatan dan Madukoro atau Kokrosono dari arah utara.

“Bukan menonton langsung dari atas jembatan BKB, karena terlalu dekat dan kurang terlihat keindahannya. Bahkan justru menambah kemacetan,” pesan Hendi. Hal ini disampaikannya karena selama uji coba beberapa waktu lalu, Hendi mencermati banyak masyarakat yang berhenti di atas jembatan BKB untuk melihat atraksi air mancur tersebut.

Peluncuran Bridge Fountain menurut dia, merupakan jembatan air mancur menari pertama di Indonesia itu juga akan disertai hiburan dari band-band kenamaan seperti J-Rocks, Good Morning Everyone, Feren serta beberapa band lokal. Pada malam yang sama juga akan diserahkan dana sosial bagi korban bencana tsunami Selat Sunda.

Baca Juga:   Tak Disangka, Tanggal Lahir Bos Besar OPM Bertepatan dengan Kemerdekaan RI

“Bridge Fountain menurut dia, merupakan jembatan air mancur menari pertama di Indonesia itu juga akan disertai hiburan dari band-band kenamaan seperti J-Rocks, Good Morning Everyone, Feren serta beberapa band lokal. Pada malam yang sama juga akan diserahkan dana sosial bagi korban bencana tsunami Selat Sunda,” ujarnya.

Ruas jalan Madukoro Raya akan ditutup secara kondisional sejak Minggu (30 Desember) hingga pukul 18.00 WIB dan setelahnya akan ditutup total hingga Senin (31 Desember) pukul 24.00 WIB. Sedangkan untuk ruas jalan Bojongsalaman mulai ditutup total sejak Minggu (30 Desember). Khusus untuk akses dari Bandara Internasional Ahmad Yani menuju Madukoro akan ditutup dan dialihkan melalui Jalan Arteri Yos Sudarso.

Pengalihan arus lalu lintas juga dilakukan mulai dari Bundaran Kalibanteng, pintu masuk Puri Anjasmoro, Bundaran Tugu Muda, dan Simpang Lima. Untuk menghindari kemacetan, warga diminta menghindari ruas jalan tersebut. Sementara terkait persiapan kantong parkir, pengunjung dapat mengunakan lahan parker yang telah disiapkan panitia di daerah Madukoro (jalan sebelah gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan rel kereta api), Bojongsalaman, Kokrosono, dan Basudewo.(Arum)

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!