Connect with us
Dibaca: 735

Bisnis

Inilah Dampak Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan, Manusia, dan Iklim

Perkebunan Kelapa Sawit - Foto: Tribun

SWARARAKYAT.COM – Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Indonesia, Kiki Taufik melalui siaran pers-nya yang diterima Swararakyat (10/12/2018) mengingatkan kepada semua pihak akan dampak perkebunan sawit.

Menurut Kiki, ada 6 dampak bagi lingkungan, manusia, dan iklim. Berikut ini disebutkan enam dampak tersebut:

1. Setengah dari populasi orangutan Borneo telah dihancurkan dalam kurun waktu 16 tahun, dengan perusakan habitat oleh industri kelapa sawit menjadi pendorong utama. Lebih dari tiga perempat dari taman nasional Tesso Nilo (Provinsi Riau), rumah bagi harimau, orangutan dan gajah, telah diubah menjadi perkebunan kelapa sawit ilegal. Secara global, 193 spesies yang dikategorikan sebagai Terancam Kritis, Terancam Punah dan Rentan, terancam oleh produksi minyak sawit.

2. Sektor perkebunan – kelapa sawit dan pulp – adalah penggerak penggundulan hutan terbesar di Indonesia. Sekitar 24 juta hektar hutan dihancurkan di Indonesia antara tahun 1990 dan 2015, menurut angka resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.

Baca Juga:   Hendrik Tio: Unicorn bukan Target tapi Perjalanan, Begini Strategi Bhinneka Meraihnya

3. Deforestasi dan kerusakan lahan gambut adalah sumber utama emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Ini telah mendorong Indonesia ke tingkat teratas penghasil emisi global, di samping Amerika Serikat dan Tiongkok.

4. Deforestasi di kawasan tropis telah menghasilkan lebih banyak emisi gas rumah kaca setiap tahun daripada seluruh Uni Eropa; mengungguli setiap negara kecuali Amerika Serikat dan Tiongkok. Pada bulan Oktober 2018, Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyerukan penghentian segera deforestasi untuk membatasi suhu global yang meningkat menjadi 1,5 °C.

Baca Juga:   Evaluasi Tahunan: KPI "Semprit" METRO TV Utamakan Independensi dan Keberimbangan

5. Pengembangan perkebunan adalah akar penyebab kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia. Pada bulan Juli 2015, api menyebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Kebakaran ini menghasilkan kabut asap yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh Asia Tenggara. Para peneliti di Universitas Harvard dan Columbia memperkirakan bahwa asap dari kebakaran tahun 2015 telah menyebabkan 100.000 kematian prematur. Bank Dunia menghitung biaya bencana sebesar US $ 16 miliar.

6. Perusahaan minyak kelapa sawit berulang kali dituduh mengeksploitasi pekerja, anak-anak, dan komunitas lokal. Bulan lalu, Roundtable on Sustainable Palm Oil menyetujui dua perusahaan minyak sawit besar, Felda Global Ventures dan Indofood, menyusul laporan ekstensif eksploitasi di perkebunan mereka.

More in Bisnis

error: Dilarang copy paste tanpa izin!