Connect with us
Dibaca: 12.502

Nasional

Jokowi Diminta Pecat Anggota TNI Yang Razia Buku PKI, Begini Respon Ferdinand!

Razia buku PKI di Pare, Kediri - FOTO: Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Dosen Ilmu Politik Fisip Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi merasa miris dengan maraknya aksi sweeping atau razia buku-buku berbau kiri, dan bersimbol PKI.

Menurut Airlangga, maraknya razia buku berbau PKI hanya merupakan cara bagi sejumlah elite TNI untuk mencari panggung. Sebab, menurutnya, ada beberapa orang yang ingin kembali tampil di panggung politik.

“Mereka ini sudah lama menantikan momentum seperti ini, karena sebelum-sebelumnya tidak ada kesempatan untuk tampil,” kata Airlangga dilansir VIVA.co.id di Surabaya, Minggu, (15/5/2016). 

Baca Juga:   Dua Pasangan Menang Sayembara Akad Nikah di Reuni Alumni 212

Oleh karena itu, Airlangga melanjutkan, pola-pola lama untuk menarik minat masyarakat pun dibangkitkan kembali. Di antaranya melalui jargon bahaya laten komunis, ancaman terhadap NKRI, serta gerakan radikal fundamentalisme.

“Jelas yang seperti itu tidak bisa dijadikan dalih untuk melakukan sweeping buku-buku berbau kiri, karena hal itu menunjukkan jika aparat negara miskin imajinasi dalam mencari solusi,” ungkap Airlangga.

Kabar ini mendapat sorotan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

“Saya hrs nyatakan bahwa yg cari panggung justru yg nyuruh Jokowi pecat anggota TNI ini,” kata Ferdinand, Minggu (30/12/2018).

Dengan tegas, atas nama rakyat, Ferdinand akan berdiri bersama TNI untuk menumpas paham PKI yang tumbuh kembali. 

Baca Juga:   Lurah: Nikah dengan Ahok, Bripda Puput Pindah Agama Jadi Kristen

“Kami rakyat berdiri bersama TNI untuk menghabisi tumbuhnya PKI kembali. PKI adalah musuh TNI, TNI berasal dari rakyat, mk rakyat bersama TNI,” tandasnya. (Ren)

More in Nasional

error: Dilarang copy paste tanpa izin!