Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 145

Ekonomi

Jokowi Sebut Lemahnya Rupiah Karena Faktor Eksternal, Ekonom Amerika: Omong Kosong

Nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah. Seperti diketahui rupiah saat ini menembus angka Rp14.992 dispot dunia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, pelemahan rupiah dipengaruhi faktor eksternal, seperti kenaikan suku bunga The Fed, perang dagang antara China dan Amerika Serikat, dan krisis yang melanda Turki serta Argentina.

“Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi. Saya kira yang paling penting kita harus waspada, kita harus hati-hati,” ujar Jokowi.

Presiden juga menegaskan, hanya ada dua kunci untuk menyelamatkan rupiah. Yakni dengan menggenjot investasi dan meningkatkan ekspor.

“Hanya ada dua kunci, investasi harus terus meningkat dan ekspor juga harus meningkat sehingga (kita) dapat menyelesaikan defisit saat ini,” kata Jokowi.

Tak hanya itu, disebutkan pula jika saham Indonesia tenggelam paling dalam hampir dua tahun karena kemerosotan pasar negara berkembang.

Puncaknya, Jokowi pun menyalahkan faktor eksternal untuk penurunan rupiah ke posisi terendah 20 tahun terakhir.

Menanggapi hal tersebut, ekonom Amerika di Universitas Johns Hopkins, Prof. Steve Hanke menyebut pernyataan Presiden Jokowi omong kosong karena menyalahkan rentetan faktor eksternal sehingga rupiah terjun bebas.

Steve mengatakan, jika AS dan IMF tidak berencana untuk menggulingkan Soeharto 20 tahun lalu, maka Indonesia akan memiliki rupiah yang sehat saat ini.

“#Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa faktor eksternal berada di belakang #jatuhnya rupiah ke posisi terendah 20-tahun. Omong kosong apa. Jika AS & IMF tidak berencana untuk menggulingkan Soeharto 20 thn lalu, Indonesia akan memiliki mata uang & rupiah yang sehat,” kata Steve.

Loading...

Baca Juga:   Serangan Ma'ruf Amin: Kebijakan Ekonomi SBY Neo Liberalisme
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Ekonomi