Connect with us
Dibaca: 231

Politik

Jokowi Usul Bencana Masuk Kurikulum, Begini Tanggapan Andi Arief

Jokowi tinjau lokasi bencana Tsunami Banten - FOTO: Twitter @jokowi

SWARARAKYAT.COM – Presiden Jokowi melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak tsunami di Anyer, Banten.

Selain itu, di akun Twitter-nya, Jokowi memposting foto saat melakukan peninjauan langsung ke Pantai Carita, Pandeglang.

Dalam postingannya, Jokowi juga menekankan kalau kebencanaan sudah saatnya masuk dalam kurikulum pendidikan.

Baca Juga:   Jawaban-Jawaban Presiden Jokowi di Forum Internasional Bikin Netizen Geleng Kepala

“Pantai Mutiara Carita di Pandeglang yang luluh-lantak diterjang tsunami. Sampai pagi ini, tercatat 281 orang meninggal dunia, 57 orang hilang, dan lebih 10.000 pengungsi.

Melihat potensi bencana di Tanah Air sudah waktunya ada pendidikan kebencanaan dalam kurikulum pendidikan.”

Menanggapi kicauannya itu, politisi Partai Demokrat, Andi Arief pun berkomentar.

Andi Arief membandingkan Jokowi dengan presiden negara lain yang mengucapkan duka cita atas musibah tsunami di Anyer dan Banten.

Baca Juga:   Makan Malam dengan Megawati Hingga Romy, Jokowi Bahas Persiapan Debat

Ia juga mengkritik soal kebencanaan masuk dalam kurikulum pendidikan.

“Pemimpin-pemimpin dunia mengucapkan duka cita ataa tsunami selat sunda. Presiden Jokowi mengirim foto sembari bilang bencana harus masuk kurikulum. Pengetahuan manusia tergambar dalam hatinya.”

Baca Juga:   Abu Janda Sebar Foto Hoax Pembakaran Bendera Tauhid, Netizen: Pak Polisi Tangkap Permadi!

Andi Arief mengkritik postingan Presiden RI, Jokowi soal kebencaan masuk dalam kurikulum saat kunjungi bencana tsunami Banten dan Lampung – Kolase Twitter Jokowi/Kompas.com

Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita bagi para korban bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda yang terjaidi pada Sabtu ( 22/12/2018) malam.

“Saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam kepada korban di Provinsi Banten, Serang dan Pandeglang. Semoga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran,” ujarnya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu (23/12/2018).

Baca Juga:   Kebijakan Populis Petahana dan Logika Sosialisme

Pagi tadi, Kepala Negara juga sudah memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Menteri Sosial, Panglima TNI dan jajaran terkait lainnya untuk bersegera melakukan penanganan darurat sekaligus mendata kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan.

“Tadi saya mendapat laporan ada beberapa yang meninggal karena tsunami ini. Tetapi memang datanya masih dalam proses berkembang. Kemudian tadi siang saya telepon lagi sudah tambah sehingga kita tunggu saja nanti laporan dari Banten,” ucapnya. (Ren)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!