Connect with us
Dibaca: 229

Hukum & Kriminal

Kabid Humas: Pengembalian Uang dari Pemuda Muhammadiyah Tak Hilangkan Pidana

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono kepada wartawan di lokasi kejadian tewasnya satu keluarga di Bekasi, Selasa (13/11/2018). (Kompas)

SWARARAKYAT.COM – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pengembalian uang oleh pihak Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah tidak menghilangkan konsekuensi hukum atas dugaan tindak pidana terkait kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia tahun 2017 yang disidik polisi.

“Kami sudah ada bukti permulaan yang cukup diduga adanya penyimpangan anggaran daripada kegiatan kemah yang dilaksanakan Kemenpora tahun anggaran 2017. Kalau ada pengembalian uang tidak menghilangkan tindak pidananya,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/11/2018).

Argo mengatakan, polisi akan melakukan pengecekan ulang terhadap setiap mata anggaran yang tertera dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang disusun oleh Pemuda Muhammadiyah.

Baca Juga:   Spanduk "Siap Menangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019" Dicopot Massa Aksi Bela Tauhid II

“Penyidik nanti akan melakukan pemeriksaan tentang penyedia makanan seperti apa, kemudian ada kegiatan misalnya menggunakan hotel, terus membuat kaus atau baju nanti akan telusuri sampai sana,” lanjut Argo.

Adapun kegiatan kemah ini diinisiasi oleh Kemenpora RI dan melibatkan GP Ansor serta Pemuda Muhammadiyah. Kedua pihak mendapatkan anggaran pelaksanaan kegiatan dari Kemenpora RI.

Namun, menurut Argo, polisi hanya menemukan dugaan penyimpangan anggaran Kemah Pemuda Islam Indonesia pada LPJ dari pihak Pemuda Muhammadiyah.

Baca Juga:   Gabungan Ormas Islam Geruduk Polres Garut Terkait Kasus Pembakaran Bendera Tauhid

Tidak ditemukan penyelewengan dalam LPJ GP Ansor. Argo mengatakan, kesimpulan ini didapatkan setelah polisi memeriksa beberapa saksi dalam tahap penyelidikan kasus.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada staf Kemenpora kemarin tanggal 19 November (2018) dan memeriksa terhadap GP Ansor tanggal 19 November, kami sudah mendapatkan. Dari GP Ansor tidak ditemukan adanya penyimpangan di sana,” ujar Argo.

Baca Juga:   Bank Dunia Akan Kucurkan Utang Rp13,86 Triliun Untuk Enam Proyek RI

Argo menyebutkan, hal ini yang membuat polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menaikkan kasus ini ke tingkat penyidikan karena ditemukan unsur tindak pidana korupsi.

Meski telah menemukan dugaan panggunaan fiktif anggaran kegiatan, Argo belum menyampaikan berapa indikasi kerugian negara dalam kasus ini.

Terkait kasus ini, polisi telah memeriksa Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar dan Ketua Panitia Kemah dari Muhammadiyah Ahmad Fanani.

Saat menjalani pemeriksaan, Dahnil mengatakan pihaknya telah mengembalikan dana sebesar Rp 2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora RI).

Baca Juga:   Anggota Perbakin Dibekuk Polisi Terkait Kasus Peluru Nyasar di Ruang Kerja Anggota DPR

Dahnil menyebut, pengembalian tersebut atas nama Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan dana bersumber dari kas internal organisasi.

Pengembalian dilakukan sesaat sebelum Dahnil dan Ketua Panitia Kemah Pemuda Islam Indonesia Ahmad Fanani berlangsung. (Ren/Kompas)

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!