Connect with us
Dibaca: 286

Nusantara

Kades Pendukung Prabowo di Penjara 2 Bulan

Terpidana pelanggaran pemilu Kades Suhartono tersenyum saat akan dibawa ke Lapas Kelas IIB Kota Mojokerto. (Foto: iNews/Sholahuddin)

SWARARAKYAT.COM – Suhartono tegar menanggung hukuman penjara sebagai konsekuensi atas perbuatannya. Dia mencabut upaya banding dan siap menjalani penahanan berdasarkan putusan vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto atas kasus pelanggaran pemilu yang menjeratnya.

Diketahui, Suhartono merupakan kepala Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim). Dia sempat duduk di atas kursi pesakitan atas dakwaan melanggar aturan pemilu karena menyambut kedatangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno saat berkunjung di Kecamatan Pacet, beberapa waktu lalu.

Dalam sidang putusan di PN Mojokerto pada Kamis (13/12/2018), Ketua Majelis Hakim Hendra Hutabarat menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pelanggaran pemilu serta melanggar Pasal 490 juncto 282 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Terdakwa Kepala Desa (Kades) Suhartono divonis hakim hukuman 2 bulan kurungan dan denda Rp6 juta subsider satu bulan penjara.

Baca Juga:   Sekjen PAN Akui Sejumlah Caleg Menolak Kampanyekan Prabowo-Sandi

Atas putusan tersebut, penasihat hukum terdakwa sempat menyatakan pikir-pikir hingga akhirnya mengajukan banding pada Jumat (14/12/2018). Namun pada Senin (17/12/2018), terdakwa mencabut berkas upaya banding tersebut dan mengaku siap menjalani hukumannya.

Baca Juga:   Pemberontak Papua Bunuh 31 Pekerja Proyek Jembatan Trans Papua

Seusai cabut banding, terpidana dijemput petugas dalam rumahnya di Desa Sampang Agung dan langsung dibawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, Rabu (19/12/2018). Saat tiba, terpidana langsung dibawa ke ruang tindak pidana umum.

Setelah menjalani pemeriksaan medis oleh tim kesehatan di ruang penyidikan, terpidana Kades Suhartono langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Mojokerto.

Ketika digelandang menuju lapas, Kades Suhartono yang menjadi terpidana kasus pelanggaran pemilu terlihat lesu namun tetap tegar. Dia tampak tidak seperti biasanya yang begitu percaya diri. Di mana dirinya tampil garang serta berani mengacungkan dua jari saat di persidangan.

Baca Juga:   OPM Kirim Surat Terbuka Untuk Presiden RI: Kami Ingin Merdeka, Perang Tidak Akan Berhenti

Kades Suhartono mengaku pasrah dengan keputusan pengadilan. Dia mengakui sudah mencabut berkas bandingnya.

“Keputusan ini kita jalani apa adanya. Kita bertanggung jawablah sesuai apa yang kita lakukan. Saya tidak mau bertele-tele dan siap menjalaninya saja,” ucap Suhartono, Rabu (19/12/2018).

Sementara itu, Kepala Kejari Mojokerto Rudy Hartono mengatakan, penahanan terhadap terpidana kasus pelanggaran pemilu yakni kepala Desa Sampang Agung dilakukan untuk menjalankan putusan PN Mojokerto.

“Kami melaksanan putusan PN Mojokerto Nomor 599 Tanggal 13 Desember 2018. Awalnya memang terdakwa mengajukan banding namun sudah dicabut. Saya berharap putusan majelis hakim bisa memberikan pembelajaran kepada semua kepala desa, bukan hanya di Jawa Timur, tapi juga seluruh Indonesia agar bersikap netral selama menjelang pemilu,” ujarnya. (Ren/iNews)

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!