Connect with us
Dibaca: 490

Politik

Karni Ilyas Didesak Gantikan Ira Koesno Jadi Moderator Debat Pilpres, Begini Tanggapan Karni!

Presiden ILC, Karni Ilyas - FOTO: Kricom

SWARARAKYAT.COM – Presiden Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Karni Ilyas didesak gantikan Ira Koesno menjadi moderator di debat Pilpres 2019.

Desakan itu datang berawal dari cuitan politisi Demokrat, Cipta Panca Laksana. Ia menuding Ira berlaku tidak adil saat debat Pilkada DKI terhadap salah satu kandidat.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Imam Priyono dan Ira Koesno sebagai moderator di debat pertama Pilpres 2019 yang akan digelar pada 17 Januari 2019. 

Baca Juga:   Meski Ada Skandal Suap, Proyek Meikarta Tetap Dipuji Luhut

Alasan lain yang menguatkan penolakan terhadap Ira berdasarkan informasi yang didapat Panca disebutkan, Ira menjadi konsultan projek pencitraan beberapa lembaga pemerintah.

“Infonya, beberapa projek pencitraan beberapa lembaga pemerintah dia konsultannya. Kalau benar maka sulit bagi Ira Koesno untuk tidak memihak. Ira Koesno harus menjelaskan soal ini dan jujur. Kalau tidak menjelaskan saya mengusulkan Ira Kusno diganti
@KPU_ID @bawaslu_RI,” kicau Panca.

Kicauan Panca itu dikomentari sejumlah netizen. Salah satunya netizen yang meminta Ira Koesno diganti oleh Karni Ilyas. 

Baca Juga:   Bupatinya Diciduk KPK, Ribuan Warga Cianjur Syukuran di Alun-Alun

Dan beberapa netizen lain yang setuju usulan pergantian Ira oleh Karni Ilyas. Menanggapi usulan netizen, Karni Ilyas buka suara.

Karni menolak usulan netizen untuk menggantikan Ira dengan alasan dirinya sudah tidak muda lagi.

“Jangan. Jangan saya yg menjadi moderator Debat Capres dan Cawapres 2019. Hajatan yg sebesar itu sebaiknya dibawakan oleh moderator yg lebih muda, pintar, dan cekatan,” tulis Karni. 

Baca Juga:   Tim Jokowi-Ma'ruf Kerahkan Puluhan Ribu Akun Medsos Untuk Kampanye

Karni juga berharap KPU tidak menunjuknya menggantikan Ira Koesno sebagaimana alasan yang telah dia kemukakan.

“Saya sungguh berharap KPU tidak menunjuk saya. Saya mohon maaf untuk yg minta saya jadi moderator,” tandasnya. (Ren)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!