Connect with us
Dibaca: 83

Hukum & Kriminal

Kasus Korupsi Dana Hibah di Kemenpora, Imam Nahrawi Minta Maaf

Menpora Imam Nahrawi minta maaf

SWARARAKYAT.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi minta maaf terkait kasus korupsi yang menjerat pejabat di Kemenpora. Imam Nahrawi berjanji kasus ini tidak mengganggu kinerja Kemenpora menatap Sea Games 2019.

Imam juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia hingga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK).

“Sungguh saya dan tentu kami semua prihatin, terkejut, kecewa atas kejadian yang menimpa Deputi IV [Kemenpora RI Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana] dan beberapa staf kedeputian. Karenanya atas nama Kemenpora, saya maaf mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indoensia, Presiden [RI Joko Widodo], Wakil Presiden [RI Jusuf Kalla], atlet, pemuda, atas peristiwa yang terjadi di kantor kami ini,” kata Imam dalam jumpa pers, Jakarta, Rabu (19/12).

Baca Juga:   Front Mahasiswa Desak Polri Segera Periksa Gubernur Papua, Lukas Enembe

Imam mengaku baru saja sampai di Jakarta dari dinas luar kota. Oleh karena itu, hingga saat jumpa pers ia mengaku belum sempat melaporkan secara langsung terkait OTT KPK tersebut ke Presiden. Lebih lanjut, Imam menegaskan pihaknya akan mendukung langkah-langkah hukum atas kasus dugaan tipikor di kementeriannya yang tengah diusut KPK.

“Mengingat keterkaitan dengan beberapa pejabat kami, tentu kami tunggu konfirmasi terakhir sekaligus pengumuman resmi dari KPK secara lengkap termasuk masalah pojok terkait OTT itu. Kami tunggu,” katanya menambahkan.

Baca Juga:   KPK Tangkap Tangan Pejabat di Kementerian PURP

Pasca OTT, Imam mengatakan Kemenpora akan melanjutkan pekerjaan seperti biasanya termasuk mempersiapkan SEA Games 2019 di Clark, Filipina, dan Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Kemenpora, lanjut Imam, belajar banyak atas peristiwa tersebut. Ia menyampaikan kasus itu menjadi pelajaran penting dan berharga bagi keluarga besar kementerian.

“Dan peristiwa ini tidak akan menyurutkan semangat kami untuk menjunjung prestasi,g sehingga pretasi olahraga Indonesia semakin hari semakin baik,” ucapnya melanjutkan.

Baca Juga:   KPK Segera Minta Imigrasi Cegah Mendagri ke Luar Negeri

Mengenai pengganti kepala Deputi IV, Imam masih menunggu pengumuman resmi dari KPK. Setelah ada pemberitahuan, ia akan secepatnya memutuskan dan mengangkat pejabat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.

“Kami terus menerus melakukan upaya penguatan aparatur, dan tak henti-hentinya mendatangkan institusi, lembaga yang mendampingi, mengawal, memperingatkan untuk memberi rambu-rambu yang sesuai aturan dan yang tidak [sesuai aturan]. Ini peristiwa yang membuat prihatin kami semua dan kami berupaya untuk lebih baik lagi,” ujar Imam.

Sebelumnya, pada Selasa (18/12), KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah pejabat Kemenpora. Total, sembilan orang diamankan penyidik KPK dalam operasi senyap tersebut. OTT itu diduga terkait pencairan dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). (Ren)

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!