Connect with us
Dibaca: 2.761

Nusantara

Kejanggalan Aksi Jalan Kaki Rahman Temui Prabowo Diungkap, Begini Penjelasan Sang Istri

Tarsih, Istri Rahman menjelaskan kepada media - Foto: Tribun

SWARARAKYAT.COM – Sosok Rahman, pria asal Kabupaten Tegal sempat menjadi viral karena bisa bertemu Calon Presiden RI Nomer 2, Prabowo Subianto, setelah berjalan kaki dari tempat tinggalnya menuju Jakarta.

Aksi Rahman pun diapresiasi langsung oleh Prabowo dan masuk dalam unggahan status di akun Instagram resminya.

Bahkan, Rahman yang merupakan warga asal Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu pun akhirnya berkesempatan masuk ke rumah kediaman Prabowo di Jakarta secara eksklusif.

Baca Juga:   Kapolda NTB Minta Maaf atas Tindakan Anggotanya di Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi

Dalam unggahannya, Prabowo menyebut bahwa sosok Rahman merupakan pendekar yang rela menghabiskan waktunya selama 4 bulan sejak Juli 2018, jalan dari Tegal menuju Jakarta untuk bertemu Mantan Danjen Kopassus itu.

Meski begitu, status unggahan Prabowo ternyata tak luput dari komentar negatif, utamanya dari beberapa akun netizen yang berkomentar dengan menggunakan bahasa lokal Tegalan (Ngapak).

Selain itu, para netizen pun menilai ada beberapa kejanggalan pada kisah pertemuan heroik antara Rahman dengan Prabowo.

Aksi jalan kaki Rahman

Tak hanya netizen, ternyata beberapa warga yang sekampung dengan Rahman di Kabupaten Tegal pun menyadari dan membenarkan kejanggalan itu.

Kepada awak media, Jhon (nama samaran), Warga RT 1 RW 1 Desa Blubuk, menuturkan bahwa Rahman memang memiliki kebiasaan dan kecenderungan ingin bertemu pejabat, termasuk artis-artis.

Jhon mengatakan bahwa selain Prabowo, ternyata Rahman juga pernah hendak menemui Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga:   Ngeri! Video Bocah DIterkam Buaya, Sang Ayah Hanya Bisa Menangis Meraung-Raung

“Ya saya kenal Rahman. Dia punya istri asli sini. Dia tinggal se-RW dengan saya. Dia di RT 3, saya di RT 1.”

“Dia emang punya kebiasaan ingin ketemu orang-orang penting dengan mengaku-ngaku jalan kaki dari Tegal menuju Jakarta. Padahal aslinya naik Bus,” cerita Jhon saat ditemui Tribunjateng.com dikutip Swararakyat, Sabtu (22/12/2018).

Jhon juga menuturkan bahwa Rahman memang jarang berada di Kampungnya karena diketahui tinggal di wilayah Pondok Kopi, Durensawit, Jakarta Timur.

“Ya gitu, kebiasaannya ingin ketemu orang-orang penting biar dibantu. Padahal, dia ga jalan kaki atau sepedaan beneran.”

“Saya tahu, dia naik bus ke Jakarta sembari membawa sepedanya. Warga-warga disini sudah pada ngerti,” lanjut Jhon dengan logat ngapaknya.

Komentar Tarsih, Istri Rahman

Mendapat berbagai komentar negatif dari warga sekitar lantas tidak membuat pusing Tarsih (44), istri Rahman yang merupakan warga asli Desa Blubuk.

Baca Juga:   Prabowo Dimata Fahri Hamzah, Terungkap Kisah yang Jarang Diketahui Publik

Tarsih hanya membiarkan begitu saja komen-komen nagatif karena baginya tidak merugikan pihak siapapun.

“Saya tidak urus mas. Biarin aja yang komen-komen buruk seperti itu. Toh, suami ku tidak merugikan warga di sini.”

“Yang jelas, suami saya memang benar jalan kaki dari sini (Tegal) ke Jakarta saat setelah lebaran puasa kemarin, berarti dari Juni 2018 lalu,” beber Tarsih sembari memperlihatkan foto suaminya dengan Prabowo.

Tarsih mengaku bahwa memang sudah enam bulan, dirinya belum bertemu sang suami karena ditinggal ke Jakarta.

Baca Juga:   Gila, Megahnya Rumah Dinas Bupati Cianjur, Ini Rumah Apa Istana?

Ibu dari satu anak ini juga mengatakan bahwa dirinya memang sering ditinggal pergi jauh oleh sang suami.

Bahkan, cerita Trasih, dirinya pernah ditinggal oleh sang suami selama saru tahun lebih karena pergi ke Bali.

“Iya mas. Saya kangen, sudah sekitar enam bulan tidak ketemu suami saya karena ingin bertemu Prabowo.”

“Kami sekeluarga dari dulu memang mengidolakan pak Prabowo-Sandi. Tahun 2014 kemarin saja, saya pilih Prabowo,” ucap Tarsih dengan percaya diri.

Tarsih juga membenarkan bahwa suaminya memang hobi mendatangi kediaman pejabat atau artis tertentu saat disinggung Tribunjateng.com soal kebiasaan Rahman bertemu orang-orang penting dengan hanya berjalan kaki atau bersepeda saja.

Baca Juga:   Puluhan Massa Kampanye Jokowi Ngamuk Belum Dibayar, Koordinator Curhat di Medsos

Tahun 2017 lalu saja, kata Tarsih, suaminya hendak menemui SBY dan Jokowi dengan cara yang sama, yakni berjalan kaki dari Tegalmenuju Jakarta.

“Ya kemarin juga sama. Tapi hanya bisa ketemu dengan Mantan Presiden RI saja, SBY.”

“Kalo yang ingin ketemu Jokowi, suami saya tidak bisa. Suami saya hanya bertemu ajudannya saja dan langsung diusir,” ucap Tarsih sembari menggeleng-geleng kepala.

Menurut Tarsih, kebiasaan suaminya mendatangi orang-orang penting karena ingin meminta bantuan untuk memulai bisnis.

Dia mengakui bahwa usaha suaminya pergi lontang-lantung hendak bertemu orang penting agar hidupnya bisa dibantu dengan modal bisnis.

“Ya gimana lagi, di kampung (Kabupaten Tegal) sulit sekali cari kerja. Jadi buruh bangunan, bayarannya cuman Rp 75 ribu/hari. Makanya, suami saya pergi-pergian kemana-mana,” sambung dia.

Diakui Tarsih, selain SBY, Jokowi, dan Prabowo, ada beberapa deretan artis yang pernah hendak ditemui Rahman.

“Mereka itu Sule dan Inul. Dengan cara yang sama, jalan kaki atau bersepeda. Tapi, dua artis itu tidak bisa ditemui suami saya.”

“Yang penting tidak merugikan orang lain saja lah, biarkan saja apa kata mereka,” katanya sambil tersenyum.

Unggahan Prabowo

Sebelumnya, dikutip dari Tribun Medan, Prabowo Subianto mengapresiasi apa yang dilakukan Rahman.

Berikut unggahan Prabowo di Facebook:

“Kemarin sore saya kedatangan seorang pendekar, Rahman asal Tegal.”

“Beliau menghabiskan waktu 4 bulan berjalan kaki dari kampung halamannya di Tegal ke Jakarta demi menyampaikan dukungan dan pesan masyarakat sekitar rumahnya kepada saya dan Pak Sandiaga Salahuddin Uno untuk terus berjuang demi rakyat dan bangsa.”

“Haru saya rasakan, begitu saya bertemu dengan sosok PakRahman.”

“Beliau adalah sosok rakyat biasa namun memiliki jiwa dan hati seorang pendekar.”

Baca Juga:   Nama Koalisi Prabowo-Sandi Diketawain Sekjen PSI, Terlalu Jadul

“Besarnya harapan dan dukungan rakyat kepada saya dan Pak Sandiaga memberikan tambahan energi positif dalam perjuangan panjang kami.”

“Terima kasih Pak Rahman atas kegigihan dan pengorbanan yang kau tunjukan.”

“Insya Allah kita bersama mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.”

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!