Connect with us
Dibaca: 343

Peristiwa

Kesultanan Siak Protes Pencatutan Simbol dan Tolak Kehadiran Ketum GP Ansor

Foto: Spanduk “Kirab Satu Negeri, Zikir Kebangsaan” dengan sub tema, “Munajat Untuk Kedamaian Indonesia” yang akan diadakan oleh GP Anshor Riau

SWARARAKYAT.COM – Kesultanan Siak yang diwakili oleh Tengku Habibie, Tengku Wira Shahab, Tengku Said Eka Nusirhan, Tengku Ikhwan Shahab menanggapi beredarnya informasi jemputan acara yang diberi tema “Kirab satu Negeri, Zikir Kebangsaan” dengan sub tema, “Munajat Untuk Kedamaian Indonesia” yang akan diadakan oleh GP Ansor Riau.

“Meminta klarifikasi kepada GP Ansor Riau untuk menjelaskan kepada masyarakat Riau, khususnya masyarakat Siak, terlebih dalam informasi jemputan tersebut mencantumkan gambar istana Siak dan foto Bupati Siak sebagai legitimasi kegiatan,” tulis Kesultanan Siak dalam pesan tertulis dikutip Swamedium, Ahad (16/9).

Baca Juga:   Memalukan! Bahas Anggaran, Pimpinan Dewan DKI Hampir Adu Jotos

Selanjutnya, mereka sebagai perwakilan keluarga besar kerabat Kesultanan Siak, merasa keberatan dan tidak mengizinkan simbol kebesaran Siak dalam hal ini istana Siak dipakai pada tempat yang tidak tepat, seolah-olah Kesultanan Siak adalah bagian dari kegiatan tersebut.

“Kami menantikan klarifikasi dari saudara Purwaji sebagai Ketua GP Ansor Riau, untuk mempertanggungjawabkan kelancangannya menggunakan simbol,” tegas mereka.

Baca Juga:   Terkuak! Jembatan Suramadu Gratis, Luhut Ingin Buka Perkebunan Tebu Seluas 330 Hektar di Madura

Kesultanan Siak juga menolak kegiatan zikir yang dilabeli dengan nusantara.

“Kami kerabat Kesultanan Siak adalah keturunan Habib, penjaga Habaib dan ulama, penganut Islam Ahlussunnah waljamaah yang taat, menolak Siak dikaitkan dengan kegiatan zikir yang tidak diajarkan dalam Islam, sebab kami hanya mengenal zikir kepada Allah, bukan zikir kebangsaan dengan label nusantara,” tegas mereka.

“Jangan ajarkan kami kebangsaan dengan pemahaman kalian, sebab kami orang Melayu Riau dan keluarga kerabat Kesultanan Siak sudah lebih dahulu mempraktikkan kebangsaan dan nasionalisme yang benar dalam kehidupan kami sehari-hari sejak Republik Indonesia ini berdiri,” tegas Kesultanan Siak.

“Kami disini damai, dan jangan usik kedamaian kami dengan pemahaman kalian,” demikian peringatan keras yang disampaikan empat orang Tengku dari perwakilan kerabat Kesultanan Siak.

Tolak Kehadiran Ketum GP Anshor

Kesultanan Siak juga menolak kehadiran Ketua Umum (Ketum) GP Ansor Yaqut Cholil di bumi Melayu. Mereka beralasan, pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu telah membiarkan persekusi terhadap ulama yang dilakukan oleh Banser sebagai organisasi kepanjangan dari GP Ansor.

Baca Juga:   Penipuan Modus Baru, Transfer Donasi Bencana Pura-pura Salah Pencet

“Selain itu kami juga tidak mengijinkan Ketua GP Ansor saudara Yaqut Cholil untuk menginjakkan kaki di bumi Melayu selagi tindakan persekusi terhadap dakwah ulama kami kalian lakukan lewat tekanan Ormas kalian di Jawa sana,” tegas mereka.

More in Peristiwa

error: Dilarang copy paste tanpa izin!