Connect with us
Dibaca: 522

Ekonomi

Ketum Muhammadiyah: Ngakunya Aku Indonesia, Cinta Pancasila, Tapi Mafia Impor Merajalela

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haidar Nashir - Foto: Liputan6

SWARARAKYAT.COM – Ekspresi kecintaan terhadap Indonesia itu tidak harus sama dan sebangun antara satu warga dengan warga yang lainnya.

Kecintaan itu juga tidak hanya berwujud pada puja dan puji terhadap kinerja pemerintah. Tetapi juga bisa diwujudkan dalam bentuk kritik.

Begitulah kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (28/10/2018).

Baca Juga:   KPK Digugat Tiga Pejabat Internal ke PTUN, Begini Kasusnya

“Tentu kritik yang konstruktif itu pun merupakan sebuah wujud cinta Indonesia agar yang dicintai tetap utuh lahir dan batin serta tidak salah arah jalan,” jelasnya.

Menurut Haedar sendiri, kecintaan akan Indonesia itu juga harus diimplementasikan secara benar-benar nyata baik oleh pemerintah maupun komponen rakyat.

Di antaranya dengan sama-sama mencintai rupiah, melawan kejahatan kerah putih, hingga memerangi narkoba dan mafia impor pangan. Dengan begitu, semua bisa bersatu dan Indonesia benar-benar menjadi negara maju dan berdaulat di semua bidang.

Baca Juga:   Gelar Penanaman Terumbu Karang, IMF Harap Menghasilkan Aquarium Bawah Air Unik Dan Indah

“Jika benar-benar ‘Aku Indonesia’, jangan biarkan rupiah terpuruk, ekonomi krisis, politik disandera, perusahaan-perusahaan milik negara disalahgunakan, mafia-mafia impor merajalela, narkoba meluas, penjahat kerah putih beraksi leluasa,” tegasnya.

Dia juga turut menyinggung mengenai cinta Pancasila yang kerap didengungkan di negeri ini. Menurutnya, kecintaan terhadap Pancasila itu juga harus selaras dengan implementasi semua sila yang terkandung di dalamnya,

“Jika benar-benar cinta Pancasila maka wujudkan kelima sila yang luhur itu dalam kebijakan dan praktik kehidupan nyata,” tukas Haedar. (Ren/RMOL)

More in Ekonomi

error: Dilarang copy paste tanpa izin!