Connect with us
Dibaca: 57

Pemilu 2019

Komisioner KPU: Kesamaan Tanggal Lahir Fenomena Dukcapil, Bukan Data Ganda

KPU RI. Ilustrasi

SWARARAKYAT.COM – BPN Prabowo-Sandi menemukan sebanyak 17,5 juta data pemilih tetap (DPT) yang terindikasi tidak wajar. Temuan itu telah dilaporkan kepada KPU RI.

Dalam DPT yang berjumlah 17,5 juta itu ada tiga tanggal kelahiran yang sama.

Baca Juga:   Agenda Besar 'Batalkan' Kemenangan Prabowo: Ini Bukan 2014 Bung!

Baca Juga:   TKN Jokowi: BPN Bangun 'Framing' 02 Kalah dengan Kecurangan

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan temuan BPN Prabowo-Sandi yang dilaporkan ke KPU itu sebenarnya valid dan wajar. Karena berasal dari data kependudukan dan catatan sipil Kemendagri.

“Pemilu sebelumnya sudah ada seperti ini, 2014 juga seperti itu. Dengan demikian ini bukan data tidak wajar, tetapi data yang secara administrasi kependudukan, demikian adanya,” kata Viryan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (11/03/2019).

Baca Juga:   Hilangkan Trauma, TNI Gelar Permainan Terapi Psikologi Bagi Anak-Anak Lombok

Viryan menyebut data mencurigakan ini bukanlah data invalid. KPU sudah berkoordinasi dengan Dukcapil Kemendagri untuk mengecek data tersebut.

Berdasarkan temuan KPU, data tersebut hanya fenomena dukcapil, bukan DPT ganda yang berujung pada potensi kecurangan.

Baca Juga:   Aksi Joget Prabowo di Debat Perdana Viral, Begini Komentar Netizen

“Misalnya ada pemilih pada saat kegiatan administrasi kependudukan, tidak ingat lahirnya tanggal berapa, bulan berapa, hal-hal seperti itu kemudian disamakan tanggal lahirnya,” ujar bekas komisioner  KPU Kalimantan Barat itu.

Lebih lanjut, Viryan menyebut KPU memang mencatat ada potensi DPT Ganda. Namun jumlahnya tak sampai yang disebut BPN, melainkan sekitar 775 ribu. “Selama kita temukan itu ganda, pasti kami akan coret,” tegas Viryan.

Baca Juga:   KPU Tegaskan Hasil Quick Count Bukan Hasil Akhir Pemilu

Setelah menyisir DPTHP2 yang dirilis tanggal 15 Desember 2018 lalu, akhirnya BPN mendapati sebanyak 17.553.708 DPT mencurigakan. Perinciannya, adalah sebanyak 9.817.003 pemilih dengan tanggal lahir 1 Juli, sebanyak 5.377.401 pemilih dengan tanggal lahir 31 Desember, dan sebanyak 2.359.304 lahir tanggal 1 Januari.

Padahal rata-rata tanggal lahir pemilih selain dari 3 hari yang dipersoalkan adalah 520 ribu orang.

Baca Juga:   Duh, Edarkan Sabu, Caleg PKB Dibekuk Polisi

Sementara itu, salah satu anggota BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria juga turut memberikan keterangan saat dijumpai di kantor KPU RI. Menurut Riza, BPN Prabowo-Sandi sedang membuat persiapan untuk memverifikasi sampel data ke lapangan selama satu minggu ini

“Hari ini kami akan menetapkan sampling titik-titik, daerah-daerah, nama-nama yang akan ditelusuri di bawah. Nanti seminggu kedepan kita akan sama-sama turun ke bawah,”  kata Riza. (dede)

Baca Juga:   11 Partai Politik Batal Ikut Pemilu DPRD: 5 Partai Lama, 6 Partai Baru

More in Pemilu 2019

error: Dilarang copy paste tanpa izin!