Connect with us
Dibaca: 2.561

Hukum & Kriminal

Kondisi Markus, Korban Penganiayaan di Video Brimob Brutal, Masih Sekarat

Perbandingan lokasi: hasil investigasi media massa (kiri) dengan tangkapan layar dari video viral (kanan) pada detik ke 00:32 dan 00:39 menunjukkan beberapa kesamaan. /Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Via, telah menemukan keberadaan kekasihnya, Markus Ali, pria yang diduga dipukuli oleh aparat Brimob di sekitar Masjid Al Huda, Jalan Kampung Bali XXXIII, Tanah Abang, Jakarta Pusat atau di area Smart Services Parking. Via menemukan Markus berada di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2019).

“Markus di ICU, tapi belum bisa ngobrol,” kata Via dikutip dari Tempo, Rabu (29/5/2019).

Via mengaku belum diizinkan masuk ke ruangan dan berbincang dengan Markus oleh pihak berwenang. Seorang petugas kepolisian, kata Via, memintanya untuk bersabar dan menunggu beberapa hari lagi.

Baca Juga:   Catatan Eep Saefullah: Pesta Demokrasi Harus Jujur dan Sabar

Baca Juga:   Lihat Reaksi Puluhan Penderita Gangguan Jiwa Saat KPU Umumkan Punya Hak Pilih

“Saya sudah enggak sanggup liat Markus di ICU, enggak sanggup nahan air mata,” katanya sedih.

Dari pantauan Via melalui kaca, Markus disebut dalam keadaan memprihatinkan. “Banyak selang saja. Rambutnya juga sudah dibotakin,” kata dia.

Baca Juga:   Keluarga Jokowi Disebut di Kasus Suap Bakamla, Jansen: Ayo KPK Buktikan, Panggil Keluarga Jokowi

Seorang saksi mata yang ditemui Tempo dan tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan aparat yang diduga Brimob menangkap empat orang di lahan parkir Smart Services Parking pada Kamis pagi, 23 Mei 2019. Lokasi itu berada di area Masjid Al-Huda yang viral karena adanya video pemukulan. Salah satunya adalah Markus.

Tiga orang lainnya adalah Lubis, Jurianto dan Andre, yang versi polisi disebut sebagai Andri Bibir. Saksi itu mengatakan Andre, Markus dan Lubis merupakan orang yang sering tidur di area parkir. Namun dia tidak mengenal begitu dekat.

Baca Juga:   KPU Tegaskan Hasil Quick Count Bukan Hasil Akhir Pemilu

Sesekali, tiga orang itu memang membantu tugas parkir di Smart Services Parking. “Mereka sering nongkrong di sini, sering tidur di sini, kayak ya kawan tapi enggak usil,” kata dia.

Saat penangkapan, dia melihat aparat memukuli kepala Jurianto dan Lubis hingga berdarah. Wajah dia sempat coba dihantam pentungan oleh aparat, namun berhasil mengelak dengan tangan. Saat wawancara, dia menunjukkan luka lebam di tangan kiri.

Baca Juga:   Kasus Bupati Boyolali Diungkap Kembali, Diduga Terima Gratifikasi Rp350 Miliar

Markus dan Andre yang berjarak sekitar 200 meter dari posisinya juga di pukuli. Dia membenarkan lokasi pemukulan keduanya persis seperti di video yang viral.

Dia juga melihat Markus diseret dari area Masjid Al-Huda hingga ke lokasinya yang berada di palang pintu masuk lahan parkir. “Kepalanya kepentok di situ (tiang di pintu masuk lahan parkir),” kata dia.

Baca Juga:   Bupati Malang Diduga Gunakan Uang Suap Untuk Bayar Utang Kampanye

Di lokasi itu, didapati bercak merah yang masih membekas di tiang. Bercak merah tersebut diduga merupakan darah yang keluar dari kepala Markus. Saksi itu menyakini bahwa yang dipukuli dalam video merupakan Markus, bukan Andre.

Polisi belakangan menunjukkan kalau pemuda yang terekam dalam video viral Brimob brutal itu adalah Andri Bibir, 31 tahun. Dia disangka memberikan batu-batu kepada massa perusuh pada Kamis dinihari, 23 Mei lalu, juga membantu memberikan air untuk menghindari serangan gas air mata aparat. (ad)

Baca Juga:   Kasus Korupsi Dana Hibah di Kemenpora, Imam Nahrawi Minta Maaf

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!