Connect with us
Dibaca: 776

Hukum & Kriminal

KPK Sebut Menpora Pegang Kendali Dana Hibah, Imam Nahrawi Berkilah

Menpora Imam Nahrawi - detik

SWARARAKYAT.COM – Hari itu, Kamis (20/12) Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak menuju ruang kerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. KPK menggeledah ruangan Menpora untuk mencari bukti kasus dugaan suap dana hibah.

KPK beralasan penggeledahan tersebut dilakukan di ruang kerja Menpora karena mekanisme pengajuan dana hibah di Kemenpora mesti melalui meja Imam Nahrawi.

“Pengajuan proposal ada alurnya,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya Kamis malam itu.

Baca Juga: Apa Peran Menpora di Kasus Suap Dana Hibah? Begini Reaksi Imam Nahrawi

Febri membeberkan kronologis penyusunan sebuah sebuah proposal hingga dana yang diajukan bisa dicairkan.

Awalnya, menurut Febri, pihak pemohon mengajukan proposal ke Menpora. Setelah itu Menpora dapat mempertimbangkan untuk menyetujui usulan itu sendiri atau mendelegasikan kewenangan persetujuan ke kedeputian di bawahnya.

Febri mengatakan untuk memahami mekanisme itu secara utuh, KPK perlu menyita sejumlah dokumen dan proposal dokumen dana hibah yang salah satunya ada di ruangan menteri.

Baca Juga: Asisten Pribadi Imam Nahrawi Tahu Soal Suap Dana Hibah, KPK: Ada Kongkalikong

“Bagaimana prosesnya, disetujui atau tidak disetujui perlu kami temukan secara lengkap,” kata dia.

Dari hasil penggeledahan, KPK memang menyita dokumen dan proposal terkait dana hibah dari ruang kerja Imam. Selain ruang Imam, KPK juga menggeledah sejumlah tempat, seperti ruangan deputi, asisten deputi, ruangan pejabat pembuat komitmen dan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia.

“Kami menemukan banyak dokumen terkait pokok perkara,” kata dia.

Imam Nahrawi Berkilah

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan tidak mengetahui program dana hibah dari kementeriannya ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyusul dua pejabat dan satu staf Kemenpora menjadi tersangka kasus korupsi dana hibah itu.

Baca Juga:   Sisi Lain Keterangan Dahnil, Kenapa Menpora dan Ansor Bungkam?

“Itu saya juga belum tahu programnya karena belum pernah minta disposisi ke saya. Jadi belum pernah mengajukan surat ke saya,” kata Menpora di Jakarta, Kamis.

Menpora mengatakan akan membantu penegakan hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selepas penetapan tersangka terhadap Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, Adhi Purnomo yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dan kawan-kawan serta Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Baca Juga: Skandal Dana Hibah di Kemenpora Terbongkar, Kubu Jokowi Saling Menjatuhkan

“Kami akan membantu KPK dalam penuntasan masalah ini. Saya meminta jajaran saya dan semua keluarga besar Kemenpora agar membantu agar kasus ini betul-betul menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” kata Menpora.

Menpora mengatakan kedatangan petugas KPK pada Kamis ke Gedung Kemenpora merupakan prosedur lembaga anti-rasuah itu. “Kami harus menghormati karena masing-masing institusi punya prosedur yang harus dilakukan,” katanya.

Menpora menambahkan program pemusatan pelatihan nasional jelang SEA Games 2019 akan tetap berjalan pada Januari meskipun proses hukum di KPK juga berjalan.

“Cabang olahraga tidak perlu khawatir. Kami meminta pengurus cabang olahraga untuk menyiapkan rencana kegiatan pada 2019 terencana dan rapih. Itu untuk persiapan SEA Games 2019 dan Olimpiade,” katanya. (de)

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!