Connect with us
Dibaca: 145

Nasional

Kubu Prabowo Khawatir Praktek Jual-Beli Blanko E-KTP Disalahgunakan

Kubu Prabowo-Sandi khawatir adanya praktek jual-beli blanko e-KPT disalahgunakan pihak tertentu

Ilustrasi Gambar

SWARARAKYAT.COM – Praktek jual beli blangko e-KTP dikhawatirkan berimbas pada penggelembungan suara Pemilu 2019 mendatang. Maka itu tim koalisi Prabowo-Sandi, meminta pemerintah segera menuntaskan persoalan tersebut.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mengatakan, jangan sampai pemerintah dianggap tidak becus membereskan persoalan e-KTP karena ada daftar pemilih tetap (DPT) siluman dalam Pemilu mendatang.

“Pemerintah harus segera selesaikan kasus ini. Jangan sampai dokumen negara disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu di pemilu,” ujar Ferry Juliantono dalam keterangannya, Kamis (6/12/2018) seperti dirilis sindonews.com.

Baca Juga:   Kades Pendukung Prabowo di Penjara 2 Bulan

Wakil ketua umum Partai Gerindra ini pun mengaku heran dengan adanya temuan jual beli blangko e-KTP itu. Sebab, seharusnya blanko e-KTP sebagai dokumen negara yang memuat data identitas warga negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih di Pemilu tidak boleh bocor.

Sehingga, dia meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengantisipasi potensi terjadinya penggelembungan DPT Pemilu 2019 sebagai buntut dari kebocoran blangko e-KTP tersebut.

“Kita harus pastikan DPT pemilu 2019 akurat. DPT ini kan basisnya data kependudukan. Kalau blangkonya bocor, bisa jadi data kependudukannya tidak akurat,” ujarnya.

Baca Juga:   Polri Sebut Generasi Muda Rawan Dicekoki Radikalisme

Selain itu, dia meminta semua pihak untuk memberikan atensi khusus terhadap data pemilih. Pasalnya, data pemilih akan menentukan legitimasi Pemilu 2019.

“Soal data pemilih ini kan prinsip. Kalau pesta demokrasinya berlangsung lancar, tertib, berkualitas, tapi kalau datanya enggak bener kan jadi bermasalah,” pungkasnya.

Adapun praktik jual beli blangko e-KTP terungkap dari pemberitaan salah satu media massa nasional. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun langsung mengecek.

Baca Juga:   Yenny Wahid Sebut Keturunan Pendiri NU di Kubu Prabowo Agak Bersebrangan dengan Keluarga Besar NU Lain

Kemudian, penjual blanko e-KTP di Tokopedia, Nur Ishadi Nata telah dihubungi Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh.

Kepada Zudan, pelaku mengaku sudah menjual 10 keping blangko yang diambil dari ruangan ayahnya. Sedangkan ayah pelaku merupakan mantan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang. (Ren)

More in Nasional

error: Dilarang copy paste tanpa izin!