Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 172

Peristiwa

Kunjungan Prabowo di Lombok Disambut Antusias Warga, Netizen: Luar Biasa

Kunjungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) disambut antusias warga, Rabu (5/9). Bakal Calon Presiden itu menyapa warga korban bencana gempa ditemani oleh Titiek Soeharto dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu juga membawa tim dokter guna mengecek kesehatan warga pasca terjadinya gempa.

Antusiasme sambutan warga Lombok terhadap Prabowo diabadikan melalui rekaman video amatir yang diunggah warganet.

“Adakah anda melihat kehadiran Joko di Lombok disambut warga seperti ini?

Masya’Allah
Luar biasa.. terharu..
Terimakasih Tuhan, pimpinan kami sangat dihargai warga Lombok.
#2019GantiPresiden
#2019PrabowoSandi
#RupiahLongsorJokowiLengser,” tulis @aisyah_idn.

Prabowo menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban saat berkunjung ke tenda pengungsian di kawasan Lombok Barat. Kehadirannya merupakan bentuk solidaritas kepada sesama anak bangsa yang tengah tertimpa musibah.

“Saya ingin datang untuk menyampaikan rasa solidaritas kita. Saya mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya bagi pengungsi gempa di Lombok,” ungkap Prabowo saat berada di tengah tenda pengungsi di Desa Guntur Macan, Kec. Gunung Sari, Kab. Lombok Barat, NTB, Rabu (5/9). Disampaikan dalam rilis.

Prabowo menjelaskan, sudah seharusnya seluruh elemen masyarakat dan rakyat Indonesia saling membantu dan membangun Lombok kembali untuk bangkit dari kesulitan. Karena, bangsa Indonesia bisa besar atas dasar persatuan dan kesatuan bersama. Prabowo pun hadir ke lombok membawa bantuan seperti sembako, terpal, pompa air, sarung, dan pengobatan gratis kepada para korban gempa.

“Tidak banyak memang bantuan yang bisa saya bantu berikan, tapi semoga ini semua bisa bermanfaat bagi para korban,” tuturnya.

Baca Juga:   Pesan Berantai Provider Indosat Saat Reuni "Waspadai Reuni Alumni 212 Ditunggangi HTI"

Bantuan Kesehatan di Lombok Tengah

Para pengungsi korban bencana alam di Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya di Lombok Tengah saat ini mulai terserang penyakit. Mayoritas anak-anak dan balita serta orang dewasa menderia ISPA (Infeksi saluran pernapasan atas), gatal gatal dan Gastitris (penyakit yang disebabkan infeksi basil pada selaput lendir di dinding lambung).

Karena itu, Satgas Dokter Keliling (Dokling) Prabowo Menyapa, yang merupakan Satuan tugas bidang kesehatan di bawah perintah langsung Prabowo Subianto terjun langsung ke titik lokasi bencana alam dengan memberikan bantuan kesehatan kepada para korban yang belum terjamah bantuan dari pemerintah, salah satunya yang berada di Lombok Tengah.

Titik lokasinya sendiri berada di dua dusun di wilayah Lombok Tengah yakni Dusun Peken Baru dan Dusun Ranjok Kecamatan Batukliang Utara. Satgas Dokling Prabowo menyapa sendiri sudah melaksanakan tugasnya di lokasi tersebut sejak Selasa 21 Agustus 2018 lalu.

“Kegiatan dokling ini merupakan bagian dari program kegiatan Prabowo menyapa. Dan Pak Prabowo telah memerintahkan kita semua kader dan simpatisan Partai Gerindra untuk turun langsung membantu korban bencana alam di Lombok. Dengan adanya kegiatan ini warga sangat bersyukur dan berterima kasih karena banyak warga yang sedang sakit. Jumlah pasien yang kita tangani di dua dusun tersebut sebanyak 176 orang,” kata pimpinan Tim Satgas Dokling Prabowo Menyapa, Muhammad Bayu Isa, dalam keterangannya di Lombok.

Bayu menjelaskan, bahwa sebagian besar bangunan rumah warga di Wilayah Lombok Tengah ini rata-rata retak dan sebanyak tiga rumah hancur akibat gempa yang menerpa wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Saat ini warga masih mengungsi dan enggan kembali ke rumah akibat trauma yang dialaminya saat gempa menerpa.

Baca Juga:   Tahun 2015 Silam, Netizen Ini Sebut Jembatan Kuning Bakal Patah oleh Gelombang Tsunami, Kini Terbukti

“Warga mengungsi di sekitar rumah mereka dengan mendirikan tenda masing-masing karena tidak ada lapangan untuk dijadikan sebagai posko pengungsian,” tutur Bayu.

Ia juga menjelaskan, para pengungsi di wilayah tersebut sangat membutuhkan tenda, terpal, dan selimut karena cuaca di malam hari yang sangat dingin. Apalagi saat pihaknya hadir, bantuan dari pemerintah pada saat itu belum masuk ke wilayah tersebut, hanya ada bantuan mie instan saja dari beberapa pihak swasta. Dan jumlahnya pun tidak mencukupi untuk kebutuhan para korban.

“Bantuan belum ada baik dari pemerintah maupun swasta pada waktu itu, adapun sebelumnya ada tapi hanya mie saja dan sedikit tidak cukup untuk warga pengungsi,” imbuhnya.

Sebagian besar mata pencaharian warga yang tinggal di wilayah ini hampir semua bekerja sebagai penggali tambang pasir. Namun sejak gempa melanda mereka tidak lagi bekerja karena takut akan longsor dari efek gempa tersebut. Jumlah penduduk di Dusun Peken Baru sendiri berjumlah 152 KK dengan total 216 Jiwa, sedangkan di Dusun Ranjok berjumlah 100 KK dengan total 198 Jiwa

“Di dua dusun ini tidak ada korban yang meninggal dunia maupun luka-luka,” tutup Bayu.

Loading...

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Peristiwa