Connect with us
Dibaca: 182

Nusantara

Lewati Sungai Deras Bawa Kotak Suara, Netizen: Bayangkan Kalau Kotak Suara dari Kardus?

Kotak Suara Kardus/Karton KPU

SWARARAKYAT.COM – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR dengan KPU sepakati kotak suara dari karton kedap air, yang kini ramai disebut kotak suara kardus. Kedap air artinya tidak dapat kemasukan atau tidak dapat dilalui air.

Meski demikian, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi (Awiek) tudingan bahwa desain kotak suara berbahan karton kedap air untuk skenario kecurangan harus dibuang jauh-jauh.

“Bahwa UU 7/2017 pasal 341 ayat (1) huruf a dalam penjelasannya disebutkan bahwa kotak suara harus transparan yakni bisa dilihat dari luar. Dasar lahirnya norma ini di pansus RUU Pemilu untuk meminimalisasi kecurangan di kotak suara,” kata Awiek dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Sabtu (16/12/2018).

Baca Juga:   Partai Golkar Gelar Pendidikan Politik Bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Cirebon

Berdasarkan undang-undang tersebut, KPU kemudian menerbitkan PKPU nomor 15 nomor 15 tahun 2018, yang pada intinya disebutkan bahwa kotak suara terbuat dari karton kedap air yang salah satu sisinya transparan.

Awiek pun mengungkapkan, sempat terjadi perdebatan antara Komisi II DPR, pemerintah, KPU, dan Bawaslu terkait bahan kotak suara yang memenuhi ketentuan transparan sebagaimana diamanatkan Undang-undang nomor 7 tahun 2018 pasal 341 ayat 1 huruf a.

Pihak KPU telah memastikan kotak suara karton ini memiliki daya tahan yang sama dengan model alumunium/seng.

Baca Juga:   Rocky Gerung Serukan Ganti Presiden Saat Beri Kuliah Umum di Universitas Bosowa

“Ini menahan bobot berat badan saya (orang dewasa) saja kuat,” kata Arief di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu, (15/12/2018).

Arief juga menambahkan, hal ini tidak usah diributkan karena bukan hal baru dalam gelaran Pemlihan Umum. Jenis kotak suara kardus seperti ini, diketahui sudah digunakan dalam gelaran Pemilu sejak 2009 hingga Pilkada 2018.

“Ini sudah digunakan berkali-kali, dan relatif tidak ada laporan (kerusakan) dengan ini,” tegas dia.

Baca Juga:   Jadi Terdakwa, Kades Nono: Saya Didzolimi dan Korban Rezim Sontoloyo

Namun publik tetap mencemaskan pemakaian kotak suara kardus, baik secara ketahanan, keamanan, indenpendensi, dan kerahasiaanya.

Salah satunya netizen yang mengunggah video pengiriman kotak suara Pemilu di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), tepanya di Desa Awo Kec. Keera,
Kabupaten Wajo.

Daerah yang disebut sangat sulit dijangkau oleh kendaraan, sehingga pengiriman kotak suara dilakukan secara manual, yakni membawa langsung ke lokasi pemungutan suara.

Baca Juga:   Bali Dijual Murah ke Wisatawan China, Ada Dugaan Permainan Mafia

Melewati aliran sungai yang deras, kotak suara yang saat itu masih terbuat dari seng dibawa dengan cara dipinggul.

“Bayangkan Kalau Kotak Suara
Terbuat Dari Kardus,” tulis Agus Susanto di akhir cuitannya pada akun @Cobeh09.

“Kalo kotak kardus kena hujan rusak.. jangan salahkan ujannya, ujan itu sbagian dari rahmat Allah.. salah kan kardusnya yg punya ide kotak kardus nya otaknya sudah rusak,” komentar @Baniskeptis. (Ren)

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!