Lima Pertanyaan Megawati ke SBY, PDIP: Ada Lima Kebohongan Tak Pernah Dijawab

FOTO: Wacana SBY akan bertemu Megawati terkait Pilpres 2024 menguat. (Sumber: ANTARA/Puspa Perwitasari)

SWARARAKYAT.COM – Politisi Senior PDI Perjuangan Panda Nababan mengaku diutus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menyampaikan lima (5) pertanyaan yang harus dijawab Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum bergabung dengan Koalisi pendukung Ganjar Pranowo.

Saat SBY masih menjabat Presiden, Panda mengaku diutus Megawati untuk menyampaikan 5 pertanyaan yang harus dijawab SBY.

“Selesaikan dong ada lima kebohongan yang tidak pernah dijawab dia. Waktu itu Ibu Mega mengutus saya mendatangi SBY di istana, saya sampaikan lima pertanyaan Ibu Mega, satu pun dia [SBY] tidak jawab,” ucap Panda dalam program¬†‘Political Show’ CNNIndonesia TV, Senin (11/9).

Baca Juga: Megawati Usul KPK Dibubarkan, Ini Tanggapan Anas Urbaningrum

Menurut Panda, permasalahan antara SBY dan Megawati tak bisa dianggap selesai begitu saja. Dia menilai persoalan-persoalan itu harus dibereskan sebelum bicara koalisi di Pilpres 2024.

Pertanyaan pertama dari Mega adalah apakah SBY pernah mengatakan “Saya ini sebenarnya sudah di comberan, dijadikan orang sama Mega” ke banyak orang.

Lalu Mega pernah bertanya ke SBY apakah SBY mau mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden. SBY, kata Panda, tak menjawab hal itu.

Pertanyaan ketiga adalah apakah SBY membuat partai saat menjabat Menko Polkam di era pemerintahan Megawati. Lalu Mega juga bertanya apakah SBY berminat menjadi wakil presidennya.

Baca Juga: SBY Bakal Merapat ke PDIP, Sodorkan AHY Cawapres Ganjar

“Yang kelima, apakah benar tidak diundang untuk rapat di kabinet? Gitu loh. Sekretaris dia, Sudi Silalahi, kan mengatakan tidak pernah diundang, apakah benar?” ucap Panda.

Merespons Panda, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Putra Mahendra meminta persoalan lama tak perlu diungkit lagi. Ia ingin Demokrat bekerja sama, koalisi, dengan siapa pun demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

“Kalau relasi Demokrat-PDIP, kita tunggu Mas AHY dan Mbak Puan saja. Biarkan pengurus resmi dan masa depan kedua partai ini yang menjawab,” ujar Herzaky saat dihubungi , Selasa (12/9). (red)