Connect with us
Dibaca: 319

Politik

Luhut dan Sri Mulyani Dibebaskan, Masalah Anies, Bawaslu Lupa Ingatan?

Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean

SWARARAKYAT.COM – Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean merasa heran jika Bawaslu mempermasalahkan salam 2 jari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Konferensi Nasional (Konfrenas) Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Senin (27/12).

“Salam 2 jari itu hal biasa, kalau Bawaslu mau mempermasalahkannya maka bawaslu sudah ‘sakit ingatan’,” kata Ferdinand, Rabu (19/12).

Baca Juga:   Peringati Sumpah Pemuda, BEM SI Bakal Geruduk Istana Tuntut Pembangunan Pro Rakyat dengan Hastag JOKOWIJKGAGAL

Menurut Ferdinand, insiden Anies mengingatkan pada tingkah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada acara IMF dan World Bank beberapa waktu lalu di Bali.

“Baru beberapa bulan kasus Luhut dan Sri Mulyani yang kasusnya dihentikan oleh Bawaslu karena dianggap tidak berkampanye dan tidak melakukan pelanggaran. Apa bedanya dengan yang dilakukan oleh Anies Baswedan?” cetus Politisi Demokrat itu.

Baca Juga:   Setahun Anies Pimpin Jakarta, Demokrat Nilai Masyarakat Miskin Merasa Diperhatikan

Seperti diketahui, Bawaslu membebaskan Luhut Pandjaitan dan Sri Mulyani dari tudingan kampanye. Meski suara Sri Mulyani dalam peristiwa itu jelas.

Sri Mulyani menyebut salam 2 jari simbol untuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sehingga pose tersebut berubah menjadi pose satu jari. (Ren)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!