Connect with us
Dibaca: 29.764

Politik

Luhut Panjaitan: Jokowi Rajin Ibadah, Sholat Jumat Hingga 4 Rakaat

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri Summits Forum IMF-WB Tahun 2018 di Bali. Foto: Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Tuduhan demi tuduhan tak pernah berhenti ditujukan kepada calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo. Apalagi mengingat gelaran Pilpres yang makin dekat, kritik terhadap pemerintah saat ini semakin gencar dilayangkan oleh kubu oposisi.

Salah satu tudingan yang dimaksud adalah bahwa Presiden melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ikut menyuarakan pendapatnya terkait hal ini.

Mengutip dari Asiasatu, Luhut tak setuju dengan isu kriminalisasi ulama yang ditujukan untuk presiden. Ia bahkan mengaku heran mengapa bisa muncul anggapan seperti itu.

Baca Juga:   Jembatan Tol Suramadu Gratis, Ferdinand: Beban APBN Bertambah, Demi Citra Politik Petahana

Sebab, selama ini Jokowi dikenal sebagai pribadi yang taat beragama. Sebagai orang yang sudah mengenal Jokowi lebih dari sepuluh tahun, Luhut mengatakan bahwa Jokowi rajin sembahyang dan menunaikan ibadah puasa.

“Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana?” tanya Luhut saat menghadiri acara silaturahmi di depan purnawirawan TNI-Polri.

Baca Juga:   Tuntut Balik Nasdem dan Minta KPK Bongkar Impor Pangan, Rizal Ramli: Bilang Fakta Jadi Fitnah

“Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia (Jokowi) tukang sembahyang, tukang puasa. Bahkan shalat Jumat hingga 4 rakaat. Yang sebelah sana kita belum jelas juga,” ceritanya.

Selain soal kriminalisasi ulama, Luhut juga meluruskan tuduhan, Jokowi pemimpin yang otoriter. Justru sebaliknya, Jokowi adalah pribadi yang sangat menghargai pendapat orang lain.

Baca Juga:   Pasang Poster Tolak Sandi, Pedagang: Kami Dibayar Pak, Netizen: Kerjaan Anak Buah Jaenuddin Nachiro

Presiden mau mendengarkan gagasan yang muncul sehingga salah besar jika ia disebut memiliki sifat otoriter. Luhut bisa berkata demikian karena ia sendiri telah bekerja di bawah pemerintahan Jokowi.

“Tidak otoriter. He listen to you carefully. Saya mengalami,” jelas Luhut.

“Saya jelaskan argumen saya kasih. Saya tanya siapkan semuanya dengan staf saya semua. Dia mendengarkan,” bener Luhut.

Baca Juga:   Fahri Hamzah Imbau Agar Kubu Jokowi Tak Grasah-Grusuh Soal Kinerja Presiden Jokowi

Oleh sebab itu, Jokowi dianggap Luhut mampu memimpin Indonesia ke arah yang lebih baik. Meski demikian, ia tidak memaksa para purnawirawan yang berkumpul di acara tersebut untuk memberikan dukungan pada Jokowi. Sebab, pilihan merupakan hak masing-masing individu sebagai warga negara.

“Sekali lagi dari lubuk hari saya terdalam, Anda mau pilih siapa saja, itu terserah. Tapi kalau mau masa depan Indonesia yang bagus pilihlah pak Jokowi,” ajak Luhut mengakhiri pembicaraan. (sta)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!