Connect with us
Dibaca: 391

Nusantara

Mantan Mendagri Kembalikan Gelar Adat Sebagai Bentuk Protes Pemberian Gelar ke Jokowi

Letnan Jenderal (Purn) Syarwan Hamid - KOMPAS.com/Nabilla Tashandra

SWARARAKYAT.COM – Tokoh Melayu Riau yang juga mantan Menteri Dalam Negeri, Letjend TNI Purn Syarwan Hamid akan dikawal ratusan orang saat mengembalikan gelar adat Melayu ke Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Syarwan Hamid tetap pada janji awalnya akan mengembalikan gelar adat yang diterimanya dari LAM Riau, dan jadwal pengembalian gelar adat itu akan dilaksanakan pada Rabu (19/12/2018).

“Insa Allah kami antar pak Syarwan Hamid ke LAM ada ratusan orang kami yang akan mengantarkan beliau mengembalikan gelar adat yang diterimanya, “ujar Sekretaris pribadi Syarwan Hamid, Hertiati dikutip dari  Tribunpekanbaru.com pada Selasa (18/12/2018).

Baca Juga:   Lagi, Ponpes Darussalam Garut Tolak Kedatangan Ma'ruf Amin

Hertiati menyampaikan ratusan orang yang dipastikan akan mendampingi Syarwan Hamid mengantarkan gelar adat ke LAM tersebut berasal dari tokoh masyarakat Riau yang sejalan dengan Syarwan Hamid menolak pemberian gelar adat kepada Presiden Jokowi.

“Ada dari Ormas dan ada juga dari Laskar Melayu Bersatu (LMB), karena pak Syarwan pimpinan di LMB itu, “ujar Hertiati.

Sejak tahun 1970, gelar kehormatan adat LAM Riau sudah diberikan kepada sembilan tokoh di Indonesia, terbaru adalah Presiden Joko Widodo dengan sebutan Datuk Seri Setia Amanah Negara, Sabtu pekan lalu.

Sedangkan Syarwan memperoleh gelar adat kehormatan 26 November 2000 dengan sebutan Datuk Seri Lela Setia Negara.

Baca Juga:   Ratusan Mahasiswa IAIN Palu Demo Tuntut Jokowi Mundur

Syarwan Hamid mengaku berjuang mendapatkan gelar adat Melayu Riau. Hal ini disampaikan mantan Mendagri itu menyusul pemberian gelar adat Melayu Riau oleh LAM Riau kepada Presiden RI Joko Widodo.

Walau ia berjuang mendapatkan itu dengan berbagai prestasinya saat menjabat sebagai Mendagri, namun Syarwan Hamid berteguh hati akan menanggalkan atau mengembalikan gelar adat Melayu Riau yang diberikan kepada oleh LAM Riau.

Gelar adat Melayu Riau yang diberikan kepada Syarwan Hamid oleh LAM Riau itu adalah Datuk Lela Seri Negara.

Sebuah gelar adat Melayu yang dulu diberikan pada Syarwan Hamid karena berjasa untuk kemajuan Riau dan memiliki prestasi besar sebagai putra Riau.

Baca Juga:   Jokowi Sindir Kebiasaan Mahasiswa Suka Ngutang, Warganet: Kaca Mana Kaca?

Syarwan Hamid diberi gelar adat “Datuk Lela Seri Negara” sebagai bentuk penghargaan pada dirinya yang merupakan putra terbaik Riau dan dianggap memiliki prestasi besar dalam kemajuan daerah.

Tidak mudah bagi Syarwan Hamid mendapatkan gelar itu. Banyak perjuangan yang harus dilalui termasuk memekarkan 7 kabupaten di Riau menjadi 12 kabupaten seperti saat ini.

“Saya berjuang mendapatkan gelar adat tersebut tidak mudah. Banyak perjuangan di situ, salah satunya adalah memekarkan 7 kabupaten menjadi 12 kabupaten di Riau,” ungkapnya.

Namun, minggu ini, gelar tersebut akan dikembalikannya pada LAM. Syarwan Hamid mengatakan, hal itu merupakan bentuk nyata dirinya dalam mempertahankan marwah Melayu Riau.

Baca Juga:   Rakornas KAHMI Ricuh Setelah Wapres JK Tinggalkan Lokasi

Syarwan Hamid mendapatkan gelar adat Datuk Lela Seri Negara dari LAM Riau, 26 November 2000 lalu.

Gelar adat yang sudah disandangnya selama lebih kurang 18 tahun akan ditanggalkan dan akan diserahkan kembali ke LAM Riau menyusul protes yang dirinya sampaikan ke LAM Riau atas pemberian gelar adat Datuk Seri Setia Amanah Negara kepada Presiden RI ketujuh, Joko Widodo, Sabtu (15/12/2018) kemarin.

Ketua Harian Laskar Melayu Bersatu (LMB) Syafrudin Sa’an mengatakan Ketua Umum LMB Syarwan Hamid Tetap komit pada pendirian mengembalikan gelar adat pada Lembaga Adat Melayu (LAM).

Baca Juga:   Dentuman Keras Misterius Terdengar dari Jawa Barat Hingga Sumsel

Hal ini disebabkan pemberian gelar adat yang diberikan LAM kepada Presiden RI Joko Widodo Sabtu (15/12) lalu.

“Pak Syarwan tetap akan kembalikan, Pak Syarwan itu komit mengembalikan, kami jadwalkan acara pengembalian Rabu (19/12/2018) di LAM, “ujar Syafruddin Sa’an kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (17/12).

Syafrudin Sa’an juga menambahkan sebelum pengembalian gelar tersebut, Syarwan Hamid mengagendakan pertemuan dengan sejumlah tokoh melayu lainnya di Riau.

“Kami besok (Selasa) bertemu dengan pak Badar Ali sebelum pengembalian gelar di LAM, “jelas Syafrudin Sa’an.

Baca Juga:   Farhat Abbas: Yang Gak Pilih Jokowi Bakal Masuk Neraka!

Sebagaimana diketahui sebelumnya Tokoh Melayu Riau, Syarwan Hamid tetap teguh dengan pendiriannya untuk menanggalkan gelar adat “Datuk Lela Seri Negara” jika LAM Riau tetap memberikan gelar adat kepada Presiden Joko Widodo.

Syarwan Hamid mengatakan, hal itu merupakan bentuk nyata dirinya dalam mempertahankan marwah Melayu Riau.

Syarwan Hamid menuturkan bukan dia saja tokoh Riau yang keberatan dengan sikap pengurus LAM Riau itu.

“Sebenarnya bukan saya saja tokoh Riau yang keberatan atas sikap pengurus LAM Riau. Banyak mereka hubungi saya melalui pesan Wahatsapp, semuanya keberatan,” ujar Syarwan sebelumnya.

Baca Juga:   Gratiskan Tol Suramadu, Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu

Syarwan Hamid juga mengaku berat untuk menanggalkan gelar adatnya tersebut.

Namun ia menganggap, hal itu merupakan harga yang harus ia bayar demi mempertahankan marwah Melayu Riau.

“Saya berjuang mendapatkan gelar adat tersebut tidak mudah. Banyak perjuangan di situ, salah satunya adalah memekarkan 7 kabupaten menjadi 12 kabupaten di Riau,” ungkapnya. (Ren/Tribun)

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!