Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 176

Nasional

Mantap! Bahas Krisis Ekonomi Indonesia, Prabowo Temui Kwik Kian Gie

Foto: Ilustrasi

SWARARAKYAT.COM – JAKARTA – Hari ini, Senin (17/9/2018) Bakal calon presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertemu dengan mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Kwik Kian Gie, di kediamannya Kertanegara, Jakarta Selatan.

Kwik Kian Gie merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dikabarkan mendukung pasangan Prabowo dan Sandiaga Salahuddin Uno di Pemilu 2019. Padahal, partainya mengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. mengaku, hari ini akan dilakukan pertemuan antara kedua tokoh nasional itu. Pertemuan antara Prabowo dengan Kwik Kian Gie itu, dikatakan Fadli, akan membahas seputar ekonomi dan juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional lainnya.

“Iya rencananya ada pertemuan. Ya masalah ekonomilah tapi juga ada beberapa banyak tamu-tamu lain juga,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/92018).

Pertemua kedua tokoh ekonom nasional ini dialkukan karena melihat buramnya ekonomi bangsa Indonesia. Meski Kwik Kian Gie mendukung Prabowo-Sandiaga Uno, namun Fadli belum menegaskan jika mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri ini akan masuk ke dalam struktur tim pemenangan Prabowo-Sandi. Tetapi, dia menyatakan tak menutup kemungkinan pihaknya akan memberikan tempat untuk Kwik Kian Gie.

“Mau diskusi saja. Belum tahu, kalau ditawari saya kira kami juga sangat terbuka kalau beliau berkenan sebagai penasihat untuk di tim ekonomi, nanti kami coba lihat,” ujarnya.

Fadli menambahkan, masukan dari Kwik Kian Gie dirasa sangat cocok dengan platform ekonomi dari Prabowo-Sandi. Mengingat, Fadli mengklaim pasangan tersebut mengedepankan ekonomi kerakyatan.

“Itu yang paling penting dan tidak salah rumusnya. Jadi tidak salah, dia bukan neoliberal gitu. Tapi ekonomi yang berpijak pada konstitusi kita, Pasal 33. Itu yang saya kira dibutuhkan,” papar Fadli.(Arum)

Baca Juga:   Ruhut Senang Dengar Kabar Ahok Mau Nikah, Bripda Puput: Doakan yang Terbaik Saja
Loading...

More in Nasional