Menag Yaqut Ternyata Hanya Lulusan SMA, Netizen: Pantesan Agak Kurang!

FOTO: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Sumber: dok. Yaqut di Twitter)

SWARARAKYAT.COM – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kerap mengeluarkan pernyataan kontroversi. Mulai dari pernyataan soal toa masjid dan sindiran-sindiran isu politik.

Akun media sosialnya juga kerap menulis isu-isu panas yang membuat ramai dikomentari warganet.

Terbaru, diperingatan hari Batik Nasional, Yaqut menanyakan kepada pengikutnya soal pakai batik atau pakai isu lama.

Kehidupan pribadi Menag tak luput dari perhatian publik. Terutama terkait masalah pendidikan. Pria kelahiran Rembang, 4 Januari 1975, itu ternyata hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dikutip dari berbagai sumber, ia menempuh pendidikan sekolah menengah di Rembang, yakni SMPN 2 Rembang dan SMAN 2 Rembang.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Indonesia jurusan Sosiologi. Namun, tidak ada laporan Yaqut menyelesaikan pendidikan S1-nya di UI.

Namun, ia diketahui sudah aktif berorganisasi sejak masih muda, salah satunya dengan mendirikan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Depok pada 1996-1999.

Kabar Yaqut hanya lulusan SMA ini menuai beragam komentar warganet.

“Emang tak diselesaikan kuliahnya di UI jurs sosiologi di semester atas, krn sibuk di PMII Depok (ketua), selanjutnya ketua DPC PKB Bandung. Pulang ke Rembang, nyalon wakil bupati, lolos. Lalu anggota DPR RI 2x. Ketua Ansor. Kekurangannya dimana Jokowi ambil dia sbg menteri agama,” tulis netizen akun Amiq Faqih.

“Pantes agak kurang,” timpal akun Ahmad Yasin.

“Aneh Kementrian agama diurus oleh orang yang rendah pendidikannya, apakah Indonesia sudah krisis SDM?,” kata netizen lain.

Kendati demikian, soal pendidikan Yaqut dinilai tak masalah, karena dirinya dianggap kompeten di bidangnya.

“Yg penting kompetenā€¦apalah artinya skrg ijasah klo tdk kompeten..Beliau sdh menunjukkan komoetensinya,” bela akun Mikael Haem. (red)