Connect with us
Dibaca: 376

Peristiwa

Netizen Ini Tantang Sandi Ngaji dan Hafalan Al-Quran, Jika Kalah Siap Jalan Kaki Jakarta-Jogya

FOTO: Sandiaga Uno (dok. Gatra)

SWARARAKYAT.COM – Sebutan Ulama yang disematkan kepada Sandiaga Uno oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menuai reaksi dari warganet.

Akun Twitter @yusuf_dumdum menantang kemampuan Sandi mengaji dan hafalan Al-Qur’an. Yusuf sesumbar berani jalan kaki dari Jakarta ke Jogjakarta, jika dirinya kalah dari Sandi.

Baca Juga:   Ngabalin dan Sudjiwo Tedjo Debat, Muncul Ustadz Haikal: "Empek-Empek Aja Kau Berdebat, Apalagi Urusan Negara"

Tak hanya itu, untuk menunjukkan keseriusannya menantang Sandi, Yusuf mengatakan siap memberi hadiah sebuah mobil bagi siapapun yang bisa memfasilitasi tantangannya tersebut.

Tantangan Yusuf disampaikan juga di akun Facebook miliknya. Postingan Yusuf pun dibanjiri komentar dan disebarkan ribuan kali oleh netizen.

https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1060147124145390&id=622275061265934

Link Banner

Diberitakan, Hidayat Nur Wahid menyebut Sandi sebagai ulama berpegang pada dalil dalam Alquran. Istilah ulama disebutkan dalam Surah Asy-Syura dan Surah Fatir.

“Kedua-duanya justru ulama itu tidak terkait dengan keahlian ilmu agama Islam. Satu tentang ilmu sejarah, yaitu dalam Surah Asy-Syura dan Surah Fatir itu justru science, scientist,” kata Hidayat.

Baca Juga:   Duh! Diam-Diam Harga Beras Naik

Dengan mengacu pada dua surat itu, menurut Hidayat, bakal cawapres pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, juga seorang ulama. Keulamaan itu ditunjukkan Sandiaga dalam perilakunya.

“Menurut saya sih Pak Sandi itu ya ulama, dari kacamata tadi. Perilakunya, ya perilaku yang juga sangat ulama, beliau melaksanakan ajaran agama, beliau puasa Senin-Kamis, salat duha, salat malam, silaturahim, menghormati orang-orang yang tua, menghormati semuanya, berakhlak yang baik, berbisnis yang baik, itu juga satu pendekatan yang sangat ulama. Bahwa kemudian beliau tidak bertitel ‘KH’ karena memang beliau tidak belajar di komunitas tradisional keulamaan,” tutur Hidayat.

Advertisement

Penulis

More in Peristiwa

error: Dilarang copy paste tanpa izin!