Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 356

Peristiwa

Netizen Ini Tantang Sandi Ngaji dan Hafalan Al-Quran, Jika Kalah Siap Jalan Kaki Jakarta-Jogya

FOTO: Sandiaga Uno (dok. Gatra)

SWARARAKYAT.COM – Sebutan Ulama yang disematkan kepada Sandiaga Uno oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menuai reaksi dari warganet.

Akun Twitter @yusuf_dumdum menantang kemampuan Sandi mengaji dan hafalan Al-Qur’an. Yusuf sesumbar berani jalan kaki dari Jakarta ke Jogjakarta, jika dirinya kalah dari Sandi.

Baca Juga:   Video Hot: Ketua GP Ansor Surabaya Minta Polisi Tembak di Tempat Pembawa Bendera HTI

Tak hanya itu, untuk menunjukkan keseriusannya menantang Sandi, Yusuf mengatakan siap memberi hadiah sebuah mobil bagi siapapun yang bisa memfasilitasi tantangannya tersebut.

Tantangan Yusuf disampaikan juga di akun Facebook miliknya. Postingan Yusuf pun dibanjiri komentar dan disebarkan ribuan kali oleh netizen.

https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1060147124145390&id=622275061265934

Diberitakan, Hidayat Nur Wahid menyebut Sandi sebagai ulama berpegang pada dalil dalam Alquran. Istilah ulama disebutkan dalam Surah Asy-Syura dan Surah Fatir.

“Kedua-duanya justru ulama itu tidak terkait dengan keahlian ilmu agama Islam. Satu tentang ilmu sejarah, yaitu dalam Surah Asy-Syura dan Surah Fatir itu justru science, scientist,” kata Hidayat.

Baca Juga:   Polda Jabar Ragu Ratna Sarumpaet Dianiaya

Dengan mengacu pada dua surat itu, menurut Hidayat, bakal cawapres pendamping Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, juga seorang ulama. Keulamaan itu ditunjukkan Sandiaga dalam perilakunya.

“Menurut saya sih Pak Sandi itu ya ulama, dari kacamata tadi. Perilakunya, ya perilaku yang juga sangat ulama, beliau melaksanakan ajaran agama, beliau puasa Senin-Kamis, salat duha, salat malam, silaturahim, menghormati orang-orang yang tua, menghormati semuanya, berakhlak yang baik, berbisnis yang baik, itu juga satu pendekatan yang sangat ulama. Bahwa kemudian beliau tidak bertitel ‘KH’ karena memang beliau tidak belajar di komunitas tradisional keulamaan,” tutur Hidayat.

Loading...

More in Peristiwa