Connect with us
Dibaca: 805

Sosial Media

Netizen Ini Ungkap Tiga Alasan, Jokowi Tak Layak Dipilih Lagi

Jokowi menyudahi sesi wawancara saat ditanya aksi guru honorer di depan Istana, Rabu (31/10). (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

SWARARAKYAT.COM – Seorang netizen mengungkap tiga alasan Presiden Jokowi tidak layak dipilih kembali menjadi Presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Pernyataan netizen tersebut dalam bentuk video yang diunggah di media sosial.

Video tersebut menjadi viral, terutama di Facebook yang telah 144 ribu lebih dibagikan. Dan video tersebut sudah ditonton hingga 3,6 juta kali penayangan. Berikut ini pernyataan selengkapnya:

“Pertama, tidak semua rakyat Indonesia merasakan indahnya jalan tol. Tapi seluruh rakyat Indonesia merasakan BBM naik, listrik naik, pajak naik, harga barang tinggi menjulang, biaya hidup semakin mahal.

Baca Juga:   Kepada Jokowi, Professor Asal Bulukumba: Sumpah Ini Akan Hantui Bapak Sampai Akhirat

Pakai celana pinggang di ikat, belajar silat di Kota Barat, apalah guna jalan bertingkat, jikalau rakyat makin melarat. Pohon Jati di kebun Manggis, Manggis dijilat rasanya manis, apalah arti Tol berbaris, jikalau rakyat banyak menangis.

Yang keuda, tidak semua rakyat Indonesia setuju dengan kebijakan pemerintah. Tetapi seluruh rakyat Indonesia menyaksikan keanehan dari kalimat, dan kebijakan pejabat pemerintah.

Impor beras disaat petani panen raya. Impor tenaga kerja, padahal rakyat Indonesia membutuhkan lapangan kerja. Beras mahal kami disuruh kurangi makan. Cabai mahal rakyat disuruh tanam sendiri. Daging mahal, Keong Sawah jadi solusi. Sarden bercacing malah dibilang banyak protein.

Baca Juga:   Jokowi Akui Kesal, Keceplosan Bilang Politikus Sontoloyo, Netizen: Kita 4 Tahun Kesal, Gak Sampe Nyebut Sontoloyo

Ini bukan kalimat yang dapat menyelesaikan persoalan rakyat. Yang kami butuhkan adalah kalimat dan kebijakan dari pejabat pemerintah yang dapat menyelesaikan persoalan rakyat.

Bagai mukena menutup aurat, menutup aurat membaca ayat, apalah guna ada pejabat, kalau nggak dapat membantu rakyat.

Yang ketiga, rakyat disuguhkan dengan manisnya catatan data, tetapi yang sesuai fakta adalah pahit yang kami rasa. Dalam datanya, angka kemiskinan semakin menurun. Tapi faktanya, yang kelaparan semakin meningkat.

Dalam datanya, perekonomian semakin membaik, tetapi faktanya harga barang semakin hari semakin naik. Seindah apapun mereka mengukir data, tidak akan mampu membohongi fakta yang kita rasa.

Buah Petai dimakan Angsa, dimakan Angsa dalam kereta, rakyat menilai dengan rasa, bukan membaca catatan data. Walau dalam catatan data mau seribu prestasi, tetapi yang kami rasa hanyalah janji tak ada bukti, maka anda tidak akan kami pilih lagi.

Baca Juga:   Pelecehan! Kader PDIP Ini Ubah Arti dan Makna Surat Al-Maidah 51 dengan Keimanan Yesus

Tanam biji bunga Melati, tanam Pepaya diwaktu pagi, kalaulah janji tak ada bukti, apa gunanya dipilih lagi. Pemerintah punya kebijakan, rakyat punya penilaian. Mereka punya data, kita punya rasa. Mereka punya kekuasaan, kita punya pilihan.

Impor beras, impor sarden, 2019 ganti Presiden. Pohon Talas daunnya biru, 2019 Presiden baru,” tutupnya.

Berikut videonya:

Loading...

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Sosial Media

error: Dilarang copy paste tanpa izin!