Connect with us
Dibaca: 47

Internasional

Paus Fransiskus Desak Pastur “Pedofil” Serahkan Diri

Foto: Paus Fransiskus (BBC World)

SWARARAKYAT.COM – Paus Fransiskus mendesak pastor yang melakukan pelecehan seksual anak untuk menyerahkan diri. Namun, tidak jelas apakah Paus Fransiskus meminta para pastor itu untuk menyerahkan diri kepada sistem peradilan Gereja, atau peradilan sipil.

Kendati demikian, pernyataan itu merupakan komentar terkeras Paus Fransiskus selama menghadapi persoalan skandal pelecehan seks para pastor. Menurut sumber dari Vatikan, hal itu juga merupakan pertama kalinya Paus Fransiskus berkomentar secara langsung.

Baca Juga:   Tahu Persis Isi Rekaman Pembunuhan Khashoggi, Donald Trump: "Sangat Keji Dan Mengerikan"

“Kepada mereka yang melakukan kekerasan seksual kepada anak-anak, aku ingin mengatakan ini: tobat dan serahkan diri anda pada hukum manusia, dan bersiap untuk keadilan ilahi,” ujar Paus Fransiskus, dikutip dari Reuters, Sabtu (22/12/2018).

Baca Juga:   Ketahuan Curi Rokok, Bocah Tiongkok Ini Bunuh Ibu Kandungnya

Pernyataan keras itu dilontarkan Paus dua bulan sebelum pertemuan tentang krisis pelecehan seksual yang akan dihadiri 110 kepala uskup nasional gereja katolik, dan puluhan pakar serta pemimpin ordo religius di Vatikan.

Sebelumnya, Paus Fransiskus juga menggunakan momen natal ini untuk mengecam kasus-kasus korupsi dan salah kelola di Curia. Kali ini, dia berkonsentrasi pada krisis pelecehan seksual global.

Baca Juga:   Rusia: AS Gunakan Pangkalan di Suriah untuk Latih Militan

“Biarlah menjadi jelas bahwa, dihadapkan dengan kekejian ini, Gereja akan berusaha melakukan semua yang diperlukan untuk membawa keadilan kepada siapa pun yang telah melakukan kejahatan seperti itu. Gereja tidak akan pernah berusaha untuk diam atau tidak menanggapi dengan serius setiap kasus,” kata dia.

Baca Juga:   Demi Harta, Keluarga Ini Jual Anak Perawan 17 Tahun Di Facebook Kepada Penawar Tertinggi

Paus Fransiskus tidak memungkiri bahwa Gereja sebelumnya telah membuat kesalahan serius dalam menangani krisis di masa lalu. Seperti diketahui, pada awal tahun ini, Paus Fransiskus sempat membela seorang pastor di Chile yang dituduh menutupi kekerasan seksual.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa di masa lalu, dengan tidak bertanggung jawab, tidak percaya, kurangnya pelatihan, kurangnya pengalaman, atau kepicikan spiritual dan manusia, telah memperlakukan banyak kasus tanpa keseriusan dan ketepatan yang seharusnya,” katanya, tanpa mengacu pada Kasus Chili.

Baca Juga:   Gelar Pertemuan, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden AS Mike Pance Bahas Kerja Di Tiga Bidang Ini

“Itu tidak boleh terjadi lagi. Ini adalah pilihan dan keputusan seluruh Gereja,” pungkas Paus Fransiskus. (Arum)

Sumber: Reuters, dan Detik

More in Internasional

error: Dilarang copy paste tanpa izin!