Connect with us
Dibaca: 215

Nusantara

Pemberontak Papua Bunuh 31 Pekerja Proyek Jembatan Trans Papua

Proyek Jembatan Trans Papua

SWARARAKYAT.COM – Pemberontak Papua membunuh sebanyak 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua. Satu orang berhasil melarikan diri saat hendak dibunuh para pemberontak itu. Hingga saat ini belum ditemukan dimana posisinya berada.

“Sebanyak 31 orang (meninggal dunia) laporan yang kami dapat,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Senin (3/12/2018).

Komplotan pemberontak itu awalnya membunuh 24 pekerja proyek. Sedangkan 8 pekerja proyek lainnya melarikan diri dan bersembunyi di rumah salah satu anggota DPRD setempat.

Baca Juga:   Debat Capres, Jokowi Sebut Jumlah Suku dan Bahasa di Tanah Air, Ternyata Keliru Loh

“Delapan orang yang selamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput dan dibunuh. Tujuh orang meninggal dunia dan 1 orang belum ditemukan atau melarikan diri,” katanya.

Aparat gabungan TNI-Polri sudah berusaha menuju lokasi kejadian. Namun personel TNI-Polri belum dapat masuk ke lokasi karena akses jalannya ditutup KKB.

“Anggota kami belum sampai ke TKP, jalan menuju TKP di blokir,” tutur Kamal.

Baca Juga:   OPM: Kami Nanti Kubur Banser di Hutan Rimba, Datang Sudah, Kami Sudah Siap!

Sebelumnya, sejumlah pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua, tepatnya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, dinyatakan hilang. Mereka diduga dibunuh para pemberontak.

“Benar tadi sore sekitar pukul 15.30 WIT didapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para karyawan PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga,” ujar Kamal saat dimintai konfirmasi, Senin (3/12).

Pemerintah tidak boleh menganggap enteng pembunuhan itu. Karena sejatinya mereka para pemberontak yang mengancam kedaulatan negara. Mereka bukan kriminil biasa. Maka TNI-Polri wajib memerangi mereka.

Baca Juga:   OPM Bantai 31 Pekerja, Menhan: Menyerah atau Selesaikan!

Aksi pembunuhan itu segaris dengan untuk rasa mahasiswa Papua di Surabaya yang tegas tidak mau mengakui merah putih lagi.

Aksi itu dilakukan untuk menarik perhatian dunia terhadap peringatan 1 Desember, yang mereka klaim sebagai hari kemerdekaan. (Ren)

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!