Connect with us
Dibaca: 147

Pemilu 2019

Pemilu di Riyadh Arab Saudi Meriah Seperti Lebaran

Pemilih antusias mendatangi KBRI Riyadh, Arab Saudi, Jumat (12/4/2019) salurkan hak pilih mereka. Foto: Capture video

SWARARAKYAT.COM – Pemilihan umum selain jadi ajang pencoblosan presiden dan anggota legislatif favorit, ternyata juga jadi momen kebersamaan warga Indonesia di luar negeri. Mereka berkumpul, bersenda gurau, dan berbagi makanan khas nusantara.

Hal ini salah satunya terjadi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Arab Saudi, pada hari pencoblosan Jumat (12/4/2019). Ribuan WNI telah berkumpul sejak pagi untuk menggunakan hak suara mereka di KBRI yang terletak di kompleks diplomatik.

Baca Juga:   Kampanye di Dumai, Capres Jokowi Beraksi Ala Bintang Rock

Baca Juga:   Update Hasil Pilpres 2019 di 3 Situs: Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Ma'ruf

WNI di Saudi, Budi Marta, mengatakan para pemilih telah datang sejak pukul enam pagi. TPS sendiri dibuka hingga pukul 12 tengah malam, untuk memfasilitasi seluruh WNI yang ingin mencoblos.

“Pukul setengah 9 pintu KBRI dibuka. Jumlah warga sangat banyak, antrean sangat panjang. Saling dorong terjadi. Akhirnya kompleks Kedutaan ditutup oleh tentara Saudi,” kata Budi Sabtu (13/4/2019).

Baca Juga:   Timnas U-19 Hadapi Jepang, Ini Strategi Indra Sjafri

Budi mengatakan situasi sempat kacau karena terjadi saling dorong di antrean. Pintu KBRI baru dibuka lagi setelah salat Jumat dan pencoblosan dilakukan. Banyak yg datang sedari pagi namun baru bisa mencoblos sore atau malam harinya.

Ada 8 TPS yang tersebar di Riyadh. Di kota-kota besar Saudi lainnya seperti Makkah, Jeddah, dan Madinah, pilprea dilakukan serentak pada Jumat. Namun, kata Budi, di kota-kota kecil pilpres telah dilakukan duluan.

Baca Juga:   Prabowo: "Kami Pastikan Ulama dan Pemuka Agama Bebas dari Persekusi dan Kriminalisasi"

Warga Indonesia berduyun- duyun datang dengan mobil pribadi dan bus ke kompleks KBRI Riyadh. Mereka terdiri dari satu keluarga, ayah, ibu, dan anak-anak. Ada juga rombongan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sengaja menyewa bus.

Pencoblosan di TPS KBRI Riyadh, Arab Saudi.

Kendati padat sekali, namun menurut Budi atmosfer yang tercipta di antara WNI penuh dengan keakraban dan kekeluargaan. Naluri satu bangsa dan negara menyatukan WNI di luar negeri kendati tidak saling kenal.

Baca Juga:   Sudjiwo Tedjo Bela Sandiaga, Soal Tudingan Ada Settingan di Video Wanita Histeris Minta Foto

“Situasinya sama seperti lebaran kalau di kampung,” kata lulusan Fakultas Pendidikan Bahasa Arab di King Saud University, Riyadh itu.

“Ada beberapa orang yang bagi-bagi makanan, nasi kuning dengan lauk telur ceplok, dikasih sambal timun, dibagikan gratis,” lanjut dia lagi.

Baca Juga:   Penjelasan Simpel Soal Poligami, Tsamara Disuruh Berpikir Jernih

Para WNI juga membuka bazaar yang menual barang-barang dan makanan khas tanah air, semakin membuat suasana seperti lebaran di Indonesia. Budi mengatakan, persaudaraan rakyat Indonesia terasa kental sekali pada pilpres di Riyadh, tidak peduli siapa pilihan presidennya.

“Keakraban dan kekeluargaan sangat terasa. Kami melihat ada beberapa timses, tapi karena sama-sama WNI di negeri orang, jadi mereka bersenyum sapa. Saya teringat suasana lebaran, ramai kumpul dengan tetangga, bersalaman,” ujar Budi.

Baca Juga:   Polri Sebut Ada Potongan Tubuh Bayi Ditemukan Dalam Kantong Jenazah Korban Lion Air JT-610

WNI lain, Dedi, seorang aktivis buruh migran Indonesia (BMI) yang bertugas di Riyadh menyampaikan bahwa WNI yang datang ke kedutaan sangat banyak dan harus antri berjam-jam. Menurut Dedi sempat terjadi ketegangan antara warga dengan petugas TPS sebab mereka khawatir tidak bisa ikut memilih. Petugas sampai kewalahan.

“Pintu kantor kedutaan sampai jebol akibat warga yang dorong-dorongan. Mereka juga meneriakkan ‘Jokowi Ganti’ dan ‘Prabowo-Sandi’ di halaman kedutaan,” ujar Dedi.

Tonton juga videonya :

(sta)

Baca Juga:   Sandi Ingin Persahabatan Dirinya dengan Prabowo, Jokowi, dan Ma'ruf Dicontoh Rakyat

More in Pemilu 2019

error: Dilarang copy paste tanpa izin!