Connect with us
Dibaca: 1.148

Hukum & Kriminal

Penanggungjawab Tabloid ‘Indonesia Barokah’ Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara, Laporan Andi Diterima Bareskrim

Andi Syamsul Bakhri menunjukkan surat laporan polisi di Bareskrim, Selasa (29/01/2019). Foto: SwaraRakyat

SWARARAKYAT.COM – Anggota Direktorat Advokasi & Hukum BPN Prabowo-Sandi Hanfi Fajri, SH kembali mendampingi pendukung Prabowo-Sandi, Andi Syamsul Bakhri datang untuk melaporkan Tabloid ‘Indonesia Barokah’ ke Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat hari Selasa (29/01/2019).

Setelah sebelumnya 3 kali mendatangi Bareskrim yakni hari Jumat, Sabtu, dan Senin lalu, akhirnya mereka hari ini diterima untuk diproses pelaporannya di Sentra Pelayanan Kepolisian Polri (SPK Polri) dengan Laporan Polisi nomor: LP/B/0120/I/2019/BARESKRIM.

“Pihak Terlapor antara lain, Pemimpin Umum (Moch Shaka Dzulkarnaen) dan Pemimpin Redaksi (Ichwanuddin) sebagai penanggung jawab Tabloid ‘Indonesia Barokah’,” kata Andi kepada awak media di Bareskrim Polri, Selasa (29/01/2019).

Baca Juga:   Kasus Dosen UNJ Robertus Robet Terus Bergulir, Akan Dihentikan Polisi?

Adapun pasal yang disangkakan kepada kedua pimpinan tabloid tersebut yakni Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan junto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, serta Pasal 156 KUHP.

“Ancaman hukuman untuk kedua terlapor berdasarkan Pasal 14 ayat 1 maksimum 10 tahun penjara,” jelasnya.

Surat Laporan Bareskrim

Baca Juga:   Penipuan Modus Baru, Transfer Donasi Bencana Pura-pura Salah Pencet

Andi menjelaskan, setidaknya ada 3 bagian dari tabloid tersebut yang kami persoalkan yaitu :

Yang Pertama, Halaman 5 Paragraf pertama: Liputan Khusus Artikel dengan judul “Prabowo Marah Media Dibelah”. Pada paragraf pertama diduga merupakan fitnah karena menyebutkan ‘Prabowo berulah dengan marah marah dan melontarkan pernyataan kontroversial’.

“Padahal pada acara tersebut Pak Prabowo tidak berulah dan marah-marah, tetapi hanya bicara apa adanya sesuai fakta,” kata Andi.

Baca Juga:   Survei: Masyarakat Ragu Dengan Kinerja KPK

Yang Kedua, Halaman 6 baris kedua paragraf 4: Liputan Khusus Artikel “Membohongi Publik Untuk Kemenagan Politik”. Tertulis ‘Sangat disayangkan, selain mencerminkan nilai-nilai pesimisme, di balik isi pidato Prabowo tersebut menebar ketakutan kepada publik, mengandung kebohongan-kebohongan dan mengarahkan kebencian kepada pemerintah’.

“Nyatanya Pak Prabowo tidak menebarkan ketakutan, kebohongan dan kebencian kepada siapapun. Pak Prabowo justru ingin membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk bangkit dan melawan sistem yang tidak benar,” ulas pria berdarah Bugis ini.

Baca Juga:   Mantap! TNI dan Polri Gabung Bentengi Umat di Reuni Alumni 212

Yang Ketiga, kata Andi, di Halaman 7 di bagian Box: tertulis jika Prabowo Sandi menggunakan strategi firehouse of Falsehood, ini tentu merupakan fitnah yang keji karena Prabowo Sandi tidak pernah menggunakan strategi tersebut. Justru sebaliknya Prabowo Sandi selalu menyampaikan kebenaran.

Andi juga mengharapkan pihak kepolisian bertindak cepat merespon laporan kami dan menyita tabloid tersebut yang sudah tersebar di berbagai Provinsi. Kami khawatir tabloid tersebut bisa menyulut kemarahan umat sehingga bisa merusak suasana kondusif di masa kampanye ini. (sta)

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!