Connect with us
Dibaca: 31.576

Ekonomi

Pengamat Ekonomi: Hanya di Era Jokowi, Utang Lion Air Ditanggung Rakyat

Foto: Bos Lion Air Rusdi Kirana dan Presiden Jokowi (IST)

SWARARAKYAT.COM – Andhika Wahyu Tidak tanggung tanggung, kali ini yang diambil asing adalah aset pertahanan strategies TNI Angkatan Udara yakni bandara.

Perusahaan yang mengambil pun adalah perusahaan penerbangan swasta Lion Air yang diduga adalah milik negara tetangga ‎ yang mau bangkrut yakni Singapura.

“Proses ini terjadi setelah Lion Air memenangkan sengketa atas Bandara Halim Perdanakusuma di‎ Mahkamah Agung (MA) melawan Koperasi TNI Angkatan Utara dan PT Angkasa Pura,” kata pengamat ekonomi politik Salamuddin Daeng dikutip suaranasional, Selasa (8/3). 

Baca Juga:   Sandi Janji Beri Kursi Menpora dan Menristekdikti untuk Milenial

Kata Salamuddin, Lion Air akan menjadi air mata bagi bangsa Indonesia. Perusahaan ini cepat atau lambat akan menjadi pukulan telak yang akan melumpuhkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ketahanan sektor penerbangan.

“Bagaimana tidak perusahaan ini mewariskan beban yang luar biasa besar bagi ekonomi Indonesia,” ungkap Salamuddin.

Salamuddin mengatakan, perusahaan Lion Air bagaikan vacuum cleaner akan menyedot ekonomi rakyat Indonesia untuk dikirimkan ke Singapura, Amerika dan Eropa. 

Baca Juga:   Pengamat: Utang Negara 40 Persen dari Pagu Anggaran, Indonesia Terancam Bangkrut

Perusahaan yang dibangun dengan utang segunung telah digaransi oleh pemerintah melalui skema export credit agencies (ECA).

Berapa utang perusahaan yang dijamin oleh pemerintah ini? ‎Yakni seluruh Utang yang digunakan untuk pembelian pesawat Boeing dan Airbus.

Salamuddin mengatakan, sebagaimana diketahui bahwa PT. Lion Mentari Airlines telah mendapatkan utang dalam bentuk 230 pesawat dari Boeing Co Amerika Serikat senilai USD 22.4 ‎miliar dan 234 Airbus jet dari Eropa senilai USD 24 miliar dolar. 

Baca Juga:   Kabulkan Permintaan Hima Persis, Presiden Jokowi: Rusun Siap Dibangun Dalam Dua Tahap

Sebuah pinjaman tanpa studi kelayakan sama sekali, apakah ini layak untuk Indonesia atau tidak.‎

Dengan demikian utang perusahaan Lion yang dijamin oleh pemerintah Indonesia atas segala resiko operasi dan politik mencapai Rp. 603 triliun lebih pada tingkat kurs sekarang! Utang yang tidak akan sanggup dibayarkan oleh seluruh penumpang pesawat terbang di negeri ini.

Utang dengan skema ECA adalah utang yang sangat beresiko sehingga negara menjaminnya. Salamuddin mengatakan, suatu hari jika terjadi provokasi yang berlanjut pada sengketa antara Lion Air dengan pemerintah Indonesia, yang kemudian membawa resiko bagi operasi Lion Air. 

Baca Juga:   Duh Malu! Pendukung Militan Jokowi Ini Ketahuan Salah, Lagu Solidarity Forever Disangka Lagu "Haleluya"

“Maka itu akan menjadi kesempatan emas bagi Lion untuk mengubah utang mereka menjadi utang pemerintah Indonesia sebagaimana perjanjian export credit agencies (ECA)‎ dengan alasan pemerintah tidak menjalankan prinsip investment protection,” pungkas Salamuddin.

More in Ekonomi

error: Dilarang copy paste tanpa izin!