Connect with us
Dibaca: 309

Sosial Media

Penjelasan Simpel Soal Poligami, Tsamara Disuruh Berpikir Jernih

Tsamara Amany - Foto: IDN Times

SWARARAKYAT.COM – Politisi PSI, Tsamara Amany Alatas mengomentari artikel tentang penolakan seorang istri dipoligami suaminya.

Dalam artikel disebutkan perempuan yang dimaksud adalah Rahmah El Yunusiyah. Rahmah dikenal sebagai Pelopor Pendidikan Perempuan di Sumatera Barat (Sumbar).

“Rahmah El Yunusiah berbeda pendapat dengan HR Rasuna Said tentang cara pendidikan perempuan di zaman itu. Tapi keduanya sama-sama perempuan progresif, sama-sama menolak dipoligami.

Baca Juga:   Tak Sesuai Nama, Husin "Disate" Warganet, Kader PSI Tak Ada Yang Bantu, Netizen: Mana Solidaritasmu?

Bangsa ini sejak dulu memang punya perempuan2 pemberani & progresif,” tulis Tsamara, Kamis (13/12/2018).

Kicauan Tsamara dikritik netizen dengan nama Helda Shahab. Menurut Helda, Tsamara harus berpikir jernih soal “poligami”.

Penolakan Poligami, kata Helda, merupakan hak bagi seorang wanita. Tetapi penolakan itu bukan berarti menolak poligami secara syariat yang disahkan dalam Al-Quran.

Baca Juga:   Proyek Meikarta Berdampak Negatif Bagi Petani

Mbaknya mikir yg jernih, Menolak dipoligami itu hak seorang wanita.
Tapi menolak poligami sbg syariat yg disahkan kitabullah, itu sama saja dgn menolak kalam allah. Islam meninggikan derajat wanita dgn menikahi. Cinta dalam islam adalah komitmen,” komentar Helda di akun @ShahabHelda.

Helda menjelaskan secara sederhana, pandangan Islam tentang arti cinta. Islam menjelaskan arti cinta dengan komitmen. Dengan itu, kata Helda, Islam meninggikan derajat wanita.

Islam mnjlskn arti cinta dgn komitmen
Dgn itu pula islam meninggikan derajat wanita. Klo cinta y nikahi. Krn islam td kenal opsi zina. Tdk ad pilihan zina dlm islam. Klo mmg sdh beristri n mencintai wanita lain ya ttp nikahi. Klo tdk mampu komit, y jgn dgn wnita lain. Sesimpel itu,” tulisnya.

Baca Juga:   Polisi Ungkap Pengakuan Basuki Hariman Soal Dugaan Suap ke Tito Karnavian

Poligami dalam Islam, lanjut Helda, mengatur jumlah Istri yang diperbolehkan. Karena jaman dahulu, Raja bebas mempunyai Istri dari puluhan hingga ratusan selir.

Sedangkan dalam Islam, istri dibatasi dengan jumlah maksimal 4 orang. Dengan catatan yang tidak mudah bagi seorang suami yang ingin berpoligami. Yakni, dengan adanya kemampuan dan berbuat adil.

Baca Juga:   Indonesia Masih Berduka Akibat Tsunami, Perayaan Pergantian Tahun Baru Di Jawa Tengah Direncanakan Tanpa Kembang Api

Poligami dlm islam jg mengatur jumlah istri yg diperbolehkan
Krn jmn dahulu raja bebas pny istri brp sj. Bhkan raja tiongkok, firaun dll bisa ratusan bahkan puluhan ribu selir. Islam memanusiawikan dgn hny memberi batasan 4 saja
Itu pun jk mampu, dan adil,” tandas Helda.

More in Sosial Media

error: Dilarang copy paste tanpa izin!