Connect with us
Dibaca: 166

Politik

Penyesalan Ma’ruf Amin, Pengamat: Tak Akan Menarik Simpati Ahoker

Ma'ruf Amin - FOTO: Pojoksatu

SWARARAKYAT.COM – Pernyataan KH Ma’ruf Amin yang mengaku menyesal pernah menjadi saksi memberatkan bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penodaan agama dianggap sudah terlambat.

Penyesalan Ketua Umum MUI nonaktif itu tidak akan mampu menarik suara dari Ahoker (sebutan untuk pendukung setia Ahok).

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi menduga, pengakuan cawapes nomor urut 02 itu bertujuan untuk menarik simpati Ahoker. 

Baca Juga:   Wapres JK: Saya Belum Pernah Dengar Jokowi Santri, Netizen: Kurang Update atau Belum Koordinasi dengan Kyai Ma'ruf?

“Tapi hal tersebut tidak akan berdampak besar karena penyesalan pun tak ada guna. Tak bisa merehabilitasi nama baik Ahok yang sudah kadung dicap sebagai penista agama,” kata Bin Firman saat berbincang dengan redaksi, Sabtu (5/1/2019).

Apalagi, lanjut Bin Firman, Ahoker juga tentu sudah sadar bahwa penyesalan tersebut bukan dikarenakan kesadaran Ma’ruf Amin bahwa Ahok tidak menistakan agama.

“Tapi semata-mata hanya menarik dukungan politik. Bisa dilihat dari penyesalan Ma’ruf Amin tersebut yang menekankan penyesalan karena membuat Ahok dipenjara, bukan atas kasus yang menimpa Ahok,” tukasnya. 

Baca Juga:   Sandi Doakan Terpilih Pemimpin Terbaik, TKN Jokowi: Pencitraan Doang

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan Ma’ruf Amin mengaku menyesal sudah menjadi saksi memberatkan bagi Ahok yang didakwa melanggar pasal penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tahun 2017 lalu.

“Iya tentu saja, cuma karena terpaksa saja kan. Iya tentu saja siapa yang ingin memenjarakan orang. Kan enggak mau. Tapi karena terpaksa situasi pada waktu itu adalah penegakan hukum ya apa boleh buat,” kata Ma’ruf menjawab pertanyaan wartawan tentang menyesal atau tidak pernah menjadi saksi memberatkan bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (ren/rmol/pojoksatu)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!