Connect with us
Dibaca: 352

Politik

Perintahkan Ojol Promosikan Jokowi, Menhub Budi Karya Akan Dilaporkan ke Bawaslu

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat menghadiri momen presiasi mitra pengemudi di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 22 Desember 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

SWARARAKYAT.COM – Perkumpulan Masyarakat Ojek Online Seluruh Indonesia (MOSI) berencana melaporkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Ketua MOSI Danny Stephanus mengatakan tengah mempelajari dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Budi Karya. “Saya sedang pelajari, kalau memang melanggar UU Pemilu, saya laporkan,” kata Danny kepada Tempo, Jumat, 28 Desember 2018.

Laporan ini berangkat dari kehadiran Budi Karya dalam acara “Grab Karnaval” yang berlangsung di Gambir Expo, Kemayoran pada Sabtu, 22 Desember 2018. Dalam acara tersebut, mantan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol ini berinteraksi dengan sejumlah pengemudi Grab Bike.

Baca Juga:   Pengakuan Nusron Wahid Soal Kyai Sidogiri Dukung Jokowi, Ternyata Bohong?

Interaksi Budi yang mengenakan jaket hijau Grab ini terekam dan viral sebab Sang Menteri meminta si pengemudi mempromosikan Jokowi. Dalam video itu, Budi Karya yang berada di atas panggung kemudian memanggil seorang pengemudi ojol untuk maju dan mendekat ke dirinya.

Orang itu maju mendekat dan mencium tangan Budi Karya. Selanjutnya, Budi Karya meminta orang itu mempromosikan tiga hal yaitu: Grab, Indonesia, dan Jokowi. “Satu lagi ini yang ngocol ini. Kamu promosiin Grab, promosiin Indonesia, sama promosiin Pak Jokowi,” kata Budi Karya.

Baca Juga:   Pemerintah Resmi Terbitkan Tax Holiday, 18 Bidang Usaha Ini "Libur" Bayar Pajak

Pengemudi ojol itu mengucapkan kalimat promosi, kendati sempat keseleo lidah. Budi Karya dan pembawa acara pun memintanya mengulangi kalimat promosi itu. “Naik Grab pakai Ovo banyak diskonnya. Dua ribu sembilan belas tetap Jokowi,” kata pengemudi ojol itu.

Danny berpendapat pernyataan Budi Karya tidak etis. Dia menganggap ujaran itu menggiring opini massa. “Kami kan enggak semua pilihannya sama,” kata Danny.

Apalagi, kata Danny, Budi Karya tak ada di jajaran tim sukses Joko Widodo di Pilpres 2019. Dia mengatakan Budi Karya semestinya berfokus pada tugas pokoknya sebagai menteri. Tempo masih mencoba menghubungi Budi Karya namun belum ada tanggapan. (Ren/tempo)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!