Connect with us
Dibaca: 72

Nusantara

Pesan Menag Lukman: Agama Tak Boleh Dibajak Demi Kepentingan Pragmatis

Menag Lukman Hakim Saifuddin

SWARARAKYAT.COM – Dalam menyambut Tahun Baru 2019, Menteri Agama, Lukman Saifuddin, berpesan agar pemahaman dan praktik keagamaan di masyarakat semakin memanusiakan sesamanya.

“Mari kita kembalikan agama kepada esensi dan substansi ajarannya yang memanusiakan manusia. Agama tidak boleh kita gunakan untuk saling merendahkan dan bahkan meniadakan eksistensi satu dengan yang lain,” kata dia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti yang dikutip dari Antaranews, Selasa (1/1/2019).

Dia juga mengajak setiap warga untuk mengembalikan pemahaman dan praktik keagamaan kepada esensi ajarannya, yaitu untuk melindungi serta memelihara harkat, derajat dan martabat kemanusiaan kita. 

Baca Juga:   Breaking News! Benda Dicurigai Bom di Jalan Haji Bau Makassar

Agama, kata Menteri Lukman, tidak boleh dibajak orang-orang yang ingin memperalat dan mengeksploitasinya hanya untuk kepentingan pragmatis.

Ia juga menegaskan bahwa agama harus terjaga dari kenaifan dan kepicikan sebagian kalangan yang berakibat mudah menyalahkan dan memaksakan pemahaman agamanya kepada pihak lain. “Agama haruslah kita pahami dan amalkan untuk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan,” ujarnya. 

Baca Juga:   Petani Kopra Dipukuli Hingga Babak-Belur Saat Demo di Kantor Bupati Halmahera Utara

Dirinya pun bersyukur secara umum kerukunan hidup antarumat beragama saat ini bisa tetap terjaga secara baik di tengah kompleksitas kemajemukan bangsa dan persaingan hidup yang semakin terbuka, keras, dan tajam.

“Sambut 2019 dengan penuh optimisme bahwa kehidupan keagamaan akan semakin berkualitas. Sinergitas umat, tokoh agama dan masyarakat serta pemimpin bangsa akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan negara kita tercinta,” katanya. 

Baca Juga:   Sakit Hati Diputus Berujung Sebar Video Syur Sang Mantan di Medsos

“Saya sangat yakin bahwa kualitas kehidupan keagamaan di tahun 2019 akan meningkat jika masing-masing kita terus melakukan introspeksi diri, memperluas pengetahuan agama, serta mengasah empati dan rasa antarsesama,” pungkasnya. (arum/okezone)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!