Connect with us
Dibaca: 206

Politik

Pesan Prabowo ke Pendukungnya: Harus Sabar dan Tetap Berjuang Lewat Jalan Damai

Aksi artis, seniman dan pekerja seni menolak pemilu curang di depan Gedung KPU Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat (26/4/2019). Foto: Swararakyat

SWARARAKYAT.COM – Prabowo Subianto menemui pendukungnya. Dia berbicara tentang filosofi mundur untuk menang. Prabowo mengatakan bahwa mundur tak berarti menyerah. Terkadang memutuskan mundur dilakukan untuk meraih hal yang lebih besar.

Prabowo mengemukakan hal tersebut setelah dia menyambangi korban ‘Aksi 22 Mei’ di Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi di Jalan Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). Media Center Prabowo-Sandi pun telah menggugah video pertemuan dan pidato tersebut melalui kanal Youtube pada Kamis (23/5/2019).

Baca Juga:   Tak Dibebani Jadi Timses, Bupati dan Wakil Bupati Garut Ucapkan Terima Kasih Kepada Prabowo-Sandi

Baca Juga:   Wapres JK Tolak Permintaan FPI Akui Bendera Tauhid di Insiden Garut

“Kadang-kadang dalam perjuangan ada taktik dan ada strategi, kadang-kadang kita harus kiri, kadang-kadang kita harus kanan. Kadang-kadang kita harus mundur, mundur tidak berarti kita menyerah, betul? Sanggup?” kata Prabowo kepada para pendukungnya.

“Maju terus, Pak, maju terus,” timpal massa.

Sebelum berbicara tentang mundur tanpa menyerah, Prabowo meminta para pendukung berjuang di jalan damai. Eks Danjen Kopassus itu juga meminta para pendukung percaya kepadanya.

Baca Juga:   Kepada Direktur IMF, Fadli Zon Pertanyakan Manfaat Pertemuan IMF dan WB Bagi Indonesia

“Jalan tanpa kekerasan ini sangat berat, tapi harus kita lakukan, mengerti? Masih mau percaya sama saya?” kata Prabowo.

“Saya orang yang dilantik untuk perang, tapi saya memilih jalan tidak pakai kekerasan. Dan percayalah, kemenangan pasti datang kepada mereka yang di jalan yang benar,” sambung pasangan cawapres Sandiaga Uno itu.

Baca Juga:   Ketika Boneka Menjadi Pemimpin

Prabowo mengatakan saat ini tengah berada di jalan yang benar. Dia meminta pendukungnya legawa dan tidak melakukan kekerasan.

“Kita berada di jalan yang benar. Kita harus menang secara moral yang tinggi. Kita mulia, kita mulia, kita tidak akan membalas. Kau kalau mau menzalimi kami, kami lebih kuat dan kami semakin hari semakin kuat,” kata Prabowo.

Baca Juga:   Soal Pose Satu Jari Luhut dan Sri Mulyani, Bawaslu: Setingkat Pejabat Harusnya Tahu Undang-Undang Pemilu

Menurut Ketum Gerindra itu, mundur bukan berarti menyerah. Prabowo meminta para pendukungnya bersabar dalam perjuangan.

“Menyerah, tidak pernah menyerah, tapi kadang-kadang mundur satu langkah untuk nanti maju dua langkah. Katanya sami’na wa atho’na, jadi kadang-kadang ya saya harus ke kiri, ya ke kiri,” ujar Prabowo.

“Tapi sudah kelewatan, Pak,” timpal massa lagi.

Baca Juga:   Dibully Mirip Tante-Tante, Begini Respon Roy Kiyoshi

“Tenang, sabar, sudah sakit hati, sabar ini ya berat, saya katakan berat. Tapi itu harus kita lakukan. Kalau Saudara percaya sama saya, sabar. Ingat, sabar, sejuk, damai, tidak pakai kekerasan itu pendekar, itu pendekar. Bersatu terus kita sangat kuat, bersatu kita teguh,” kata Prabowo lagi.

Seruan Prabowo Melalui Akun Twitter

Prabowo juga sempat mengunggah pesan untuk peserta aksi 22 Mei yang masih berada di depan Bawaslu dan titik-titik lain semalam. Malam itu, Prabowo Subianto mengimbau massa untuk mengakhiri aksinya dan pulang ke rumah.

“Saya kira, walaupun ini aksi damai, bisa berakhir, untuk istirahat, untuk menghadapi besok dan melanjutkan ibadah kita,” tutur Prabowo melalui video yang diunggah melalui akun Twitter-nya, Rabu (22/5/2018) pukul 23.20 WIB. (sta)

Baca Juga:   Beda Jauh, Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf 5.279 Orang, Prabowo-Sandi 94 Orang

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!