Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 118

Internasional

Pesawat AS Melintasi Udara Ukraina Sebagai Bentuk Dukungan

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko menyebut bahwa kini negaranya terancam terlibat perang terbuka dengan Rusia.

Bendera Amerika Serikat - Investingnews.com

SWARARAKYAT.COM – Satu pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat melintasi wilayah udara Ukraina kemarin dalam satu misi untuk menunjukkan dukungan kepada Kiev setelah insiden penyitaan kapal oleh Rusia akhir bulan lalu.

“Hari ini, Amerika Serikat dan sekutu melancarkan sebuah penerbangan luar biasa di bawah perjanjian udara terbuka. Penerbangan ini dilakukan untuk menegaskan komitmen AS atas Ukraina dan negara-negara rekan lainnya,” menurut pernyataan Kementerian Pertahanan AS sebagaimana dikutip CNN.com, Jumat (7/12/2018).

Perjanjian Keterbukaan Udara memang dibentuk untuk menjamin transparansi militer melalui penerbangan observasi tak bersenjata melintasi setiap 34 negara yang menandatangani kesepakatan tersebut.

Baca Juga:   Jubir Kemenlu Klarifikasi Pesan WA Menlu Retno dengan Menlu Australia yang "Bocor"

Pentagon menyatakan bahwa militer Ukraina meminta AS melakukan penerbangan tersebut. AS pun menerbangkan pesawat OC-135 mereka yang juga membawa pemantau dari Kanada, Jerman, Prancis, Inggris, Rumania, dan Ukraina.

Ini adalah penerbangan “luar biasa” pertama di bawah Perjanjian Keterbukaan Udara sejak 2014 lalu. Penerbangan tersebut hanya dilakukan ketika ada situasi tak biasa.

Penerbangan ini dilakukan sekitar sepekan setelah terjadi konfrontasi antara kapal Ukraina dan Rusia di Laut Hitam pada 25 November lalu. Saat itu, Rusia melepaskan tembakan dan menyita tiga kapal Ukraina yang mereka tuding memasuki wilayah Moskow. Namun, Ukraina mengklaim bahwa kapal tersebut ditembaki setelah awak memutuskan untuk menjauh dan kembali ke pelabuhan di Odesa.

Baca Juga:   Tahu Persis Isi Rekaman Pembunuhan Khashoggi, Donald Trump: "Sangat Keji Dan Mengerikan"

Insiden itu dikhawatirkan dapat memicu kembali perang antara kedua negara setelah Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014 lalu. Tak lama setelah insiden tersebut, Ukraina mencanangkan darurat militer, langkah yang membuat Putin “sangat khawatir.”

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko menyebut bahwa kini negaranya terancam terlibat perang terbuka dengan Rusia.

“Negara ini dalam ancaman akan terlibat perang terbuka dengan Rusia,” kata Petro. (CNN)

Loading...

More in Internasional