Connect with us
Dibaca: 72

Nusantara

Petani Gagal Panen Akibat Irigasi Rusak, Begini Komentar Gubernur Sumut

Ket gambar : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Bupati Paluta Andar Amin Harahap (dok. SwaraRakyat)

SWARARAKYAT.COM – Ketersediaan air akan sangat menentukan ketahanan pangan dan energi di masa depan.
Jaringan irigasi merupakan kunci penyaluran air ke area persawahan yang jadi sumber ketahanan pangan nasional sebagai salah satu program prioritas dalam Nawacita Pemerintahan Jokowi.

Tapi hari ini berbeda dengan yang dialami masyarakat petani di wilayah Padang Lawas Utara,provinsi Sumatera Utara (Sumut), 3200 ha lahan pertanian terancam produksinya dan terancam sumber penghasilan para petaninya karena rusaknya saluran irigasi Batang Ilung.

Para petani yang berlokasi di sekitar Portibi dan Padangbolak sudah kekurangan air selama empat bulan.

Baca Juga:   OPM Kirim Surat Terbuka Untuk Presiden RI: Kami Ingin Merdeka, Perang Tidak Akan Berhenti

Seorang petani bernama Ima Harahap yang tinggal di Pasar Gunungtua menuturkan bahwa kondisi saat ini sangat mengganggu.

“Stok beras semakin menipis,panen tahun ini gagal karena kekurangan air” jelasnya,selasa (08/1).

Ia berharap pemerintah memperhatikan kesusahan para petani dan semoga secepatnya ada perbaikan irigasi karena hanya bercocok tanam yang menjadi sumber penghasilan sebagian besar penduduk Paluta.

Gubernur Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat dikonfirmasi ketika lawatan kerjanya ke Paluta mengatakan akan segera memperbaiki irigasi batang ilung.

Baca Juga:   Duh! Belum Sempat Digunakan, Kotak Suara Kardus KPU Bantul Ini Sudah Rusak

“Kami akan segera memperbaiki kerusakan itu,segera” tegasnya sambil didampingi bupati Paluta Andar Amin,Rabu (9/1/2018).

Sebagai informasi, irigasi Batang Ilung kebanggaan masyarakat Paluta ini dibangun dan direhab dari APBD Provinsi Sumatera Utara. (Dewi)

Loading...

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!