Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 92

Politik

Politisi Gerindra Ngeri Komentari Soal The Real Presiden, Luhut: Jangan Lah Pak, Kita Berkawan Kok

Sejumlah kalangan mempersoalkan peranan Luhut Binsar Pandjaitan, yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Ada yang menyebutnya, the real president, tangan kanan Jokowi, atau super minister.

Dalam dalam acara Satu Meja bertajuk “Gerilya Sang Jenderal” di Kompas TV, Rabu (5/9/2018) malam, yang dipandu Pemred Harian Kompas Budiman Tanuredjo, pengamat politik LIPI Prof Dr H Hermawan Sulistyo MA menceritakan lahirnya Kantor Staf Presiden (KSP) yang awalnya dikomandoi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

“Saya ingat, ketika mendesain pemerintahan sekarang ini, kita mengadopsi West Wing dari konsep White House. Dan itu kita desain memang untuk bang Luhut,” ucapnya.

Kiki, sapaan akrabnya, alasan pembentukan KSP untuk mengatasi masalah manajemen yang terjadi pada pemerintahan sebelumnya. Di mana Setneg dan Setkab berebut pengaruh, berebut kavling. Dan itulah yang menjadi kelemahan pemerintahan sebelum Jokowi.

“Kita butuh orang seperti Luhut. Siapa pun tahu, dia tidak mungkin sampai ke puncak (presiden), bahkan wapres pun dia tidak mungkin. Jadi bagi rezim aman, jadi fokusnya ke manajemen pemerintahan,” ujarnya disambut gelak tawa.

Tapi katanya, setelah KSP terbentuk orang-orang ribut mengatakan, ‘the real president itu Luhut’.

”Itu omongan orang. Saya tahu Bang Luhut itu gak sanggup jadi presiden,” katanya.

Selain itu, katanya, Luhut sangat kagum dan hormat pada sosok Jokowi yang sederhana dan jujur.

”Berkali-kali bang Luhut bilang, Ki aku nggak pernah ketemu orang sederhana dan sejujur Jokowi’,” katanya.

Diketahui cikal bakal KSP adalah Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang sudah ada semasa Presiden SBY.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono tersenyum lalu meminta izin pada Luhut sebelum mengomentari predikatnya sebagai tangan kanan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:   Menko Luhut dan Direktur IMF Serahkan Bantuan: "Kami Tidak Lupakan Lombok"

“Tidak salah kalau masyarakat melihat Luhut sebagai the real president. Makanya saya juga deg-degan, ngeri-ngeri sedap mengomentari pak Luhut,” ujar Ferry.

Spontan Luhut menjawab, ”Jangan lah pak Ferry, kita berkawan kok.”

Lalu Ferry melanjutkan, ”Kenapa? Sejak periode pemerintahan, jabatannya sebagai staf kepresidenan, menkopolhukam, dan sekarang menko kemaritiman. Dengan posisinya sekarang, banyak langkah yang dilakukannya di luar kementerian. Orang melihatnya sebagai super minister atau aktor penting di belakang kebijakan yang dikeluarkan presiden Jokowi.”

“Menurut saya, enggak apa-apa sepanjang bisa mengarahkan Pak Jokowi yang notabene dalam posisi sebagai orang baru yang mendadak jadi presiden yang punya tanggung jawab luas. Jadi Pak Luhut berperan di situ,” ucapnya.

Ferry mencontohkan pernyataan Luhut yang dinilai cukup keras terkait kritik berbagai pihak soal kebijakan pemerintah terhadap reklamasi Teluk Jakarta.

Ia juga mencontohkan sikap Luhut yang sangat membela Presiden Jokowi di tengah isu krisis ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Kendati demikian, Ferry mengkritik sikap pemerintah yang ia nilai terlalu menutupi lemahnya kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Seharusnya, kata Ferry, pemerintah lebih jujur dan terbuka dalam menyampaikan kondisi ekonomi kepada masyarakat.

Ia berharap, Luhut sebagai satu sosok penting di pemerintahan dapat mengoreksi kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi yang dinilai salah.

“Pemerintah bisa lebih jujur menyampaikan kepada masyarakat tentang situasi yang terjadi sekarang. Situasi ekonomi sekarang. Tapi, pemerintah kesannya cenderung menutupi itu dan terlalu membuat citra pemerintah itu bagus. Mungkin karena konteksnya mau pilpres. Jadi yang ini ditutupi, yang lain dibagus-bagusin,” kata Ferry.

Ini video pernyataan Ferry di menit 40:40 hingga 46:16.

Loading...

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Politik