Connect with us
Dibaca: 410

Politik

Politisi PDIP: Jangan Percaya Janji Prabowo, Pro Integrasi Timor Timur Itu Masalah Warisan

Politisi PDI Perjuangan, Eva Sundari - FOTO: detikcom

SWARARAKYAT.COM – PDIP membantah pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut para elite di Jakarta tak memahami perjuangan dan pengorbanan para pejuang pro integrasi Timor Timur ke NKRI. PDIP pun mengingatkan para pejuang pro integrasi Timor Timur agar tak percaya pada Prabowo yang saat ini merupakan capres 2019.

Prabowo saat berkunjung ke Atambua, NTT berjanji akan menyejahterakan pejuang pro integrasi Timor Timur, karena menganggap saat ini para elite tak memahami perjuangan mereka. Menurut PDIP, komitmen Presiden Joko Widodo dalam menyejahterakan mereka lebih konkret.

Baca Juga:   SBY Minta Maaf ke Jokowi dan Jaksa Agung Soal Kicauan Andi Arief

“Jangan percaya janji PS (Prabowo Subianto), saat beliau di circle one Orba (Orde Baru) selama puluhan tahun juga tidak ada afirmasi ke para pengungsi kok.

Jokowi sudah membuktikan komitmen jelas ke mereka, tentu dalam koridor kewarganegaraan. Misal memberikan social protection seperti untuk WNI lainnya,” kata Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Rabu (27/12/2018).

Lagi pula, lanjut Eva, persoalan para pejuang pro integrasi Timor Timur itu merupakan ‘masalah warisan’. Bahkan, menurut dia, Prabowo ikut andil dalam membuat jejak pilu bagi mereka.

Baca Juga:   Tiba di Masjid Attaqwa, Prabowo Disambut Teriakan Presiden Indonesia

Eva kemudian membandingkan pembangunan di perbatasan Atambua saat zaman Orba dan era kepemimpinan Jokowi. Ia mengatakan Jokowi telah membuat lompatan luar biasa.

“Itu warisan masalah. Yang bikin Orba termasuk Pak PS dengan jejak pilu bagi rakyat kedua belah pihak.

Dibanding Orba, maka pembangunan perbatasan di zaman Jokowi ada lompatan luar biasa, dalam membangun dari pinggiran yang mampu mempersempit gap antar wilayah dan daerah, termasuk region (Indonesia timur dan barat),” ujar Eva. (ren/detik)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!